PALOPO – Asap mengepul dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Wara Timur, Pontap, Senin pagi (26/1). Di sana, bukan deru mesin patroli yang terdengar, melainkan denting sudit dan aroma masakan sehat yang disiapkan untuk ribuan pelajar di Kota Palopo.

Peluncuran operasional dapur ini menjadi babak baru dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, di balik seragam dinas yang mengawal distribusi pangan ini, terselip sebuah harapan besar tentang kemandirian ekonomi masyarakat lokal.
Target Besar di Atas Meja Makan
Bukan angka yang sedikit, dapur ini memikul tanggung jawab besar. Sebanyak 2.819 penerima manfaat, yang terdiri dari 2.475 siswa dari 17 sekolah serta ratusan warga kategori rentan, bergantung pada distribusi harian dari dapur ini.
Bukan angka yang sedikit, dapur ini memikul tanggung jawab besar. Sebanyak 2.819 penerima manfaat, yang terdiri dari 2.475 siswa dari 17 sekolah serta ratusan warga kategori rentan, bergantung pada distribusi harian dari dapur ini.
”Ini merupakan perintah sosial yang sifatnya membangun generasi,” ujar Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Palopo, Zulkifli. Baginya, keterlibatan Polri lewat Yayasan Kemala Bhayangkari adalah bentuk gerak cepat mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Suara dari Balik Pasar
Meski langkah Polres Palopo diapresiasi sebagai bentuk pengabdian, para pelaku usaha kecil di Palopo menatap program ini dengan perasaan campur aduk. Ada kerinduan untuk ikut terlibat aktif, bukan sekadar menjadi penonton di rumah sendiri.
Meski langkah Polres Palopo diapresiasi sebagai bentuk pengabdian, para pelaku usaha kecil di Palopo menatap program ini dengan perasaan campur aduk. Ada kerinduan untuk ikut terlibat aktif, bukan sekadar menjadi penonton di rumah sendiri.
Hayati (45), seorang pemilik katering rumahan di Wara Timur, mengungkapkan harapannya. Menurutnya, program MBG adalah “kue ekonomi” yang seharusnya bisa dinikmati oleh ibu-ibu rumah tangga dan pedagang pasar.
”Kami senang anak-anak dapat makan gratis, tapi kami juga berharap pemerintah memberi kesempatan bagi kami pelaku UMKM. Kalau katering lokal yang dilibatkan, dapur kami ngepul, pasar juga ramai karena kami belanja di sana.
Jangan sampai semua dikelola instansi, lalu kami hanya jadi penonton,” ujarnya dengan nada penuh harap.
Jangan sampai semua dikelola instansi, lalu kami hanya jadi penonton,” ujarnya dengan nada penuh harap.
Efisiensi vs Pemberdayaan
Keterlibatan Polres memang memberikan jaminan keamanan pangan dan kecepatan logistik di masa awal (transisi). Dengan rantai komando yang solid, standar gizi yang ketat lebih mudah diawasi.
Keterlibatan Polres memang memberikan jaminan keamanan pangan dan kecepatan logistik di masa awal (transisi). Dengan rantai komando yang solid, standar gizi yang ketat lebih mudah diawasi.
Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana mengubah model “dapur instansi” menjadi “dapur rakyat”.
Idealnya, efek domino ekonomi akan terasa jika bahan baku seperti beras, sayur, dan protein diambil langsung dari petani dan pedagang pasar lokal Palopo.
Program ini memiliki potensi besar untuk menjadi mesin penggerak UMKM, jika dikelola dengan semangat kemitraan.
Harapan Masa Depan: Dari Relawan ke Kemitraan
Idealnya, efek domino ekonomi akan terasa jika bahan baku seperti beras, sayur, dan protein diambil langsung dari petani dan pedagang pasar lokal Palopo.
Program ini memiliki potensi besar untuk menjadi mesin penggerak UMKM, jika dikelola dengan semangat kemitraan.
Harapan Masa Depan: Dari Relawan ke Kemitraan
Saat ini, dapur di Wara Timur digerakkan oleh 47 relawan. Publik menaruh harapan besar agar model ini hanyalah sebuah fase awal untuk memastikan sistem berjalan stabil.
Ke depannya, publik berharap Polri bisa berperan sebagai pengawas standar kualitas (quality control), sementara operasional harian menjadi ladang usaha bagi koperasi warga atau kelompok UMKM kuliner lokal.
”Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi bagi pihak lain,” tambah Zulkifli.
Inspirasi yang dimaksud tentu bukan sekadar menyediakan piring berisi makanan, melainkan menciptakan ekosistem di mana negara hadir untuk memberi gizi, dan rakyat diberi ruang untuk tetap berdaya secara ekonomi.(***)
Inspirasi yang dimaksud tentu bukan sekadar menyediakan piring berisi makanan, melainkan menciptakan ekosistem di mana negara hadir untuk memberi gizi, dan rakyat diberi ruang untuk tetap berdaya secara ekonomi.(***)











