LUWU UTARA – Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dra.Andi Eviana, M.Si, Senin kemarin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Luwu Utara. Kunjungan ini merupakan perintah langsung dari Kepala BNPB untuk melakukan asesmen terkait penetapan status Luwu Utara sebagai daerah Tanggap Darurat Bencana.
Langkah ini diambil menyusul tingginya intensitas curah hujan sejak 14 Mei 2026 lalu, yang mengakibatkan sedikitnya 7 kecamatan serta 29 desa dan kelurahan di Luwu Utara terendam banjir.
Dalam peninjauan tersebut, Deputi BNPB didampingi langsung oleh Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, S.T., Wakil Bupati Jumail Mappile, S.IP., M.Si., dan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu Utara Drs. H. Jumal Jayair Lussa, M.Si.
Rombongan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi wilayah yang terdampak serta berdialog dengan warga. Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk menginventarisasi masalah mendasar yang dihadapi masyarakat agar langkah penanggulangan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Andi Eviana—yang juga merupakan mantan pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Utara—menyampaikan bahwa selain melakukan evaluasi dan asesmen, pihaknya juga menyalurkan bantuan stimulan berupa paket sembako dan kebutuhan darurat lainnya.
”Bantuan ini memang tidak seberapa, tapi ini merupakan langkah awal untuk kemudian dijadikan bahan evaluasi bagi langkah-langkah penanganan selanjutnya, seiring dengan status daerah ini yang berada dalam Tanggap Darurat Bencana,” ujar Andi Eviana.
Pemerintah daerah bersama BNPB kini terus bersinergi melakukan pendataan infrastruktur yang rusak serta memastikan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi di posko-posko darurat dapat berjalan optimal.(aBa)











