Home / Uncategorized

Senin, 20 Oktober 2025 - 18:29 WIB

Ditawari Pengurus Partai Tapi Masih ‘Wait and See’

Farid Kasim Judas Menanti Panggilan Sejati

PALOPO — Langit Makassar sore itu menyajikan kehangatan yang kontras dengan suasana batin Farid Kasim Judas. Mantan calon Walikota Palopo ini, yang namanya masih kuat melekat di benak masyarakat, kini berada di persimpangan jalan politik yang baru. Ia bukan lagi seorang penantang, melainkan sosok yang tengah diperebutkan.

​Melalui ponselnya, Farid membuka suara kepada “Kanal Akhmad Baso”, membenarkan info kalau sejumlah partai politik berdatangan, menyodorkan posisi terhormat sebagai pengurus. Sebuah kesempatan emas yang mungkin diidamkan banyak politisi.

Namun, Farid, yang akrab disapa FKJ, justru memilih rem.

​”Sejumlah partai menawarkan saya menjadi pengurus, tapi saya tidak serta merta menerimanya,” ujar Farid, nadanya tenang namun penuh pertimbangan.

Baca juga  Startup Lokal Luncurkan Aplikasi Pemantau Sampah Pintar Berbasis AI

“Saya tidak bisa grasa grusu untuk menerima pinangan.”

​Pernyataan ini bukan sekadar penundaan, melainkan refleksi dari sebuah perjalanan panjang. Kegagalan dalam kontestasi Pilkada sebelumnya tampaknya telah mendewasakan pandangan Farid tentang politik.

Baginya, posisi di partai bukan hanya tentang nama dan jabatan, tetapi tentang komitmen dan visi.

​Sikap “wait and see” yang ia tegaskan adalah penantian seorang pemimpin yang mencari kecocokan ideologi, bukan sekadar pelabuhan karir.

​”Saya harus pastikan, ketika saya bergabung, itu adalah jalan terbaik untuk berkontribusi. Bukan hanya demi kepentingan sesaat,” tambahnya.

Baca juga  Bupati Andi Rahim Paparkan 3 Langkah Jitu Entaskan Kemiskinan di BP-Taskin

​Dalam dunia politik yang serba cepat dan instan, keputusan Farid Kasim Judas untuk menahan diri terasa unik, sebuah human interest yang menonjol.

Ia menunjukkan bahwa belajar dari kekalahan bukan berarti mundur, melainkan menggunakan jeda tersebut untuk mengasah ketajaman nurani sebelum melangkah ke arena berikutnya.

​Keputusan akhir FKJ masih menjadi misteri yang dinantikan banyak pihak. Namun, satu hal yang pasti: ia tidak akan mengambil langkah tanpa pertimbangan mendalam.

Sebab baginya, bergabung dengan partai adalah tentang panggilan sejati, bukan sekadar tawaran di sore hari.(***)

 

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Update Evakuasi: Total 8 Jenazah Korban Pesawat ATR Ditemukan

Uncategorized

Witaponda Rayakan Hari Jadi ke-22, Bupati Iksan Ajak Masyarakat Jaga Soliditas

Uncategorized

ETIKA PEJABAT VS LEGALITAS GEDUNG: Sorotan Tajam atas Alfamart “Ilegal” di Tanah Milik Kadis 

Uncategorized

Persoalan SPBUN Bonepute Mencuat di DPRD Luwu, Pengalihan ke PT Nirwana Trimedia Gas Dinilai Ilegal

Uncategorized

Bupati Iksan Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi Bidang Pertanahan se-Sulawesi Tengah

Uncategorized

Samurai Siap Menangkan Rahmansyah-Harsono

Uncategorized

penyambutan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka

Uncategorized

Bupati Iksan: 2028–2030 Waktunya Menikmati Hasil Pembangunan