Home / Uncategorized

Senin, 23 Februari 2026 - 07:54 WIB

Dugaan Penganiayaan di Aspol: Bripda DP Tewas Tak Wajar, 6 Polisi Diperiksa Propam

MAKASSAR – Kematian misterius seorang polisi muda, Bripda DP, di dalam Asrama Polisi (Aspol) Markas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), memicu dugaan adanya tindakan kekerasan di internal kepolisian.
Hingga saat ini, Bidang Propam Polda Sulsel telah mengamankan enam orang untuk menjalani pemeriksaan intensif.
​Kronologi Kejadian
Peristiwa tragis ini bermula pada Minggu (22/2/2026) dini hari. Usai melaksanakan salat subuh, anggota Direktorat Samapta tersebut dilaporkan tiba-tiba jatuh sakit saat berada di asrama.
Rekan-rekannya kemudian melarikan korban ke RSUD Daya untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa Bripda DP tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia.
Kejanggalan pada Jenazah
​Awalnya, keluarga korban hanya mendapatkan informasi bahwa Bripda DP meninggal akibat sakit. Namun, kecurigaan muncul saat pihak keluarga melihat kondisi fisik jenazah di rumah sakit.
Berdasarkan keterangan keluarga, ditemukan tanda-tanda tak wajar berupa:
​Luka lebam di beberapa bagian tubuh.
Sisa darah yang masih terlihat di bagian mulut.
Akibat temuan tersebut, ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, yang juga merupakan anggota Polri, meminta jenazah dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses visum guna mengungkap penyebab pasti kematian.
“Subuh tadi dia masih bicara dengan ibunya, kondisinya baik. Tapi pagi hari kami terkejut menerima kabar putra kami meninggal,” ungkap Aipda Jabir dengan nada terpukul.
Langkah Tegas Bidang Propam
​Merespons kabar miring terkait dugaan penganiayaan oleh senior, Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Zulham Effendi, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pendalaman.
​”Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang, termasuk rekan satu angkatan (lichting) dan senior korban. Jumlah saksi yang diperiksa kemungkinan akan bertambah,” ujar Kombes Zulham di Makassar, Minggu (22/2).
​Pihak kepolisian belum memberikan pernyataan final mengenai apakah korban murni merupakan korban pengeroyokan atau ada faktor lain, sembari menunggu hasil visum resmi dari tim medis RS Bhayangkara.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Luwu Utara “On the Track”: Ekonomi Tumbuh Signifikan, Sektor Ekspor Tembus Angka Fantastis 57,38%

Uncategorized

Informasi Gangguan Layanan Distribusi Air.
Kasus Pengeroyokan di Kantor DPRD Luwu Utara Naik ke Penyidikan, Polisi Didesak Segera Tetapkan Tersangka

Uncategorized

Kasus Pengeroyokan di Kantor DPRD Luwu Utara Naik ke Penyidikan, Polisi Didesak Segera Tetapkan Tersangka

Uncategorized

Dari Panas Api Las ke Gemerlap Kontraktor: Kisah Sukses Budi Harta Winata

Uncategorized

Skor Masuk Kategori “Mampu”, Tapi Masih Terganjal Syarat Demografi
Polsek Bahodopi Dorong Program Lahan Produktif di Desa Dampala

Uncategorized

Polsek Bahodopi Dorong Program Lahan Produktif di Desa Dampala

Uncategorized

Wajah Baru Lapangan Gaspa Palopo:  Dari Impian Ruang Publik hingga Tersandung Kasus Hukum
Perumda TM Palopo, Giatkan Diklat Untuk Tingkatkan Kualitas Karyawan

Uncategorized

Perumda TM Palopo, Giatkan Diklat Untuk Tingkatkan Kualitas Karyawan