LUWU UTARA – Senin (9/3) sore itu, Aula Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah (DAM) Tolada tidak seperti biasanya. Atmosfer penuh semangat menyelimuti ruangan saat 53 santri terpilih memulai perjalanan mereka dalam Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1 (PKDM TM 1).
Bukan sekadar pelatihan biasa, ajang ini dirancang sebagai “Kawah Candradimuka”—sebuah tempat penempaan fisik, mental, dan intelektual. Tujuannya satu: melahirkan kader yang kreatif, inovatif, dan yang paling krusial di era digital saat ini, interaktif.
Dukungan Penuh Tokoh Muhammadiyah
Dukungan mengalir deras dari berbagai lini. Mudir Ponpes DAM Tolada, Ustaz Sandi, bersama jajaran pimpinan pesantren tampak hadir mengawal langsung pembukaan kegiatan. Dukungan ini menjadi bukti bahwa pengaderan IPM adalah pilar penting dalam pendidikan karakter di lingkungan Muhammadiyah Luwu Utara.
Siti Nur Ariska dari PW IPM Sulawesi Selatan memberikan catatan penting mengenai kualitas lulusan. “Harapan besar kami adalah PKDM TM 1 mampu menghasilkan kader yang benar-benar berdampak nantinya,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan keinginan agar IPM Tolada kembali menjadi “singa” organisasi yang aktif di daerah.
Menatap Masa Depan
Selama empat hari ke depan (9-12 Maret), para peserta akan diberikan asupan materi yang menantang kemapanan berpikir mereka. Poin “Interaktif” yang diangkat dalam tema tahun ini menjadi sorotan utama. Kader diharapkan tidak hanya jago berteori, tapi juga mampu membangun jembatan komunikasi di tengah dinamika zaman yang kian kompleks.
Ketua Umum PD IPM Luwu Utara, Resky Khaerunissa, meyakini bahwa dari 53 santri inilah tongkat estafet kepemimpinan akan terus bersambung. IPM Tolada kini bersiap untuk kembali bangkit, membawa bendera kemajuan lebih tinggi dari sebelumnya.
(Tim Humas DAM Tolada/LHr)











