Home / Luwu Utara

Senin, 11 Mei 2026 - 13:09 WIB

Giat Bukan Kegiatan: Salah Kaprah Berbahasa yang Telanjur Menjamur di Media Sosial

Oleh: Lukman Hamarong
Pernahkah Anda membaca unggahan di media sosial yang berbunyi, “Izin melaporkan giat hari ini” atau “Giat hari ini berjalan lancar”?

Sekilas, kalimat tersebut tampak profesional dan formal. Namun, secara kaidah bahasa Indonesia, penggunaan kata “giat” sebagai kata benda yang bermakna “kegiatan” atau “aktivitas” adalah sebuah kekeliruan yang cukup fatal.

Menggunakan diksi “giat” yang merujuk pada sebuah “aktivitas” atau “kegiatan” seserorang atau lembaga menurut saya sangat dipaksakan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “giat” merupakan kelas kata ajektiva (kata sifat) dan verba (kata kerja), yang bermakna rajin, bergairah, dan bersemangat. Contoh: (1) Dia sangat giat bekerja; dan (2) Organisasi itu kembali giat mencari anggota.

Fenomena penggunaan kata “giat” untuk menerjemahkan makna “kegiatan” merupakan sebuah proses pergeseran makna yang salah kaprah. Di mana kata sifat dipaksa menjadi kata benda. Ini yang acapkali dilupa atau bahkan belum diketahui.

Kata “giat” yang seharusnya menjelaskan bagaimana sebuah tindakan itu dilakukan, justru beralih fungsi menjadi objek dari tindakan itu sendiri.
Ada beberapa alasan mengapa salah kaprah ini acapkali terjadi. Penggunaan kata “giat” untuk menunjukkan makna “kegiatan” oleh warganet kemungkinan besar bersumber dari penggunaan dalam laporan internal pemerintah yang sering menggunakan kata “giat”.

Baca juga  Resmi! Bupati Luwu Utara Serahkan Surat Perpanjangan Kontrak PPPK Tenaga Pendidik

Nah, penggunaan dalam laporan internal pemerintah yang sering menyingkat “kegiatan” menjadi “giat” demi ringkasnya laporan ini-lah yang kemudian bocor dan ditiru oleh masyarakat umum atau warganet. Sehingga kata “giat” sering kita jumpai di media sosial.

Mungkin mereka menganggap bahwa kata “giat” ini memberikan kesan lebih tegas dan formal dibandingkan kata “kegiatan” yang dirasa terlalu umum.

Inilah yang kemudian mendasari saya kembali mengangkat isu penggunaan kata “giat” di media sosial yang sering salah kaprah, sehingga meruntuhkan kaidah tata bahasa Indonesia.

Penggunaan bahasa Indonesia di media sosial memang merupakan “ladang” problematika yang tidak ada habisnya untuk dibahas. Media sosial acapkali menciptakan paradoks. Di satu sisi dapat mempercepat literasi digital, tetapi di sisi lain sering menjadi “ladang” problematika berbahasa.

Baca juga  Inilah Hasil Lengkap Capaian Kafilah Luwu Utara di MTQ XXXIV Sulsel, Bupati Beri Apresiasi

Inilah efek buruk dari media sosial. Di mana kecepatan informasi membuat orang cenderung mengikuti apa yang sedang tren tanpa memvalidasi kebenaran bahasanya terlebih dahulu.

Mungkin di antara kita banyak yang menganggap hal ini merupakan masalah sepele. Namun, bagi saya ini bukan persoalan yang “remeh temeh”. Karena bahasa adalah identitas bangsa.

Meskipun bahasa bersifat dinamis, menjaga ketepatan makna kata sangat penting agar tidak terjadi kerancuan logika berpikir.

Menggunakan kata “kegiatan” memang terasa lebih panjang dibanding “giat”, tetapi istilah itulah yang paling tepat, baik secara semantik maupun leksikografis bahasa Indonesia.

Sudah saatnya kita lebih teliti dalam memilah kata. Jangan sampai karena ingin terlihat taktis dan praktis, kita justru mengabaikan kaidah bahasa Indonesia yang menjadi identitas bangsa.

Mari kembali menggunakan kata “kegiatan” untuk aktivitas, dan simpan kata “giat” untuk menunjukkan semangat kita dalam menjalaninya. (LHr)

Share :

Baca Juga

Luwu Utara

Muchammad Ichsan Lussa Nakhoda Baru Tirta Bukae: Sejauh Mana Mampu Atasi Keluhan Pelanggan?

Luwu Utara

Safari Dakwah Ustaz Abdul Somad di Luwu Raya, Haidir Basir Soroti Absennya Agenda di Kota Palopo

Luwu Utara

Hujan Tak Menyurutkan Semangat: Apel Pagi Tetap Berlangsung Khidmat di Teras Kantor Camat

Luwu Utara

Semangat Kartini di Dinas Kesehatan Luwu Utara: Sinergi Keanggunan dan Ketangguhan

Luwu Utara

Dorong Prestasi Atlet Disabilitas, Disporapar Hadiri Musorkab III NPCI Luwu Utara di Bonebone

Luwu Utara

Tim Tari MA DDI Masamba Juara I Ajang SMADEL Art Festival Tingkat SMA se-Luwu Utara

Luwu Utara

Peringati Hari Kartini, Pemda Luwu Utara Imbau Seluruh ASN Perempuan Gunakan Kebaya

Luwu Utara

Telusuri Jejak Sejarah Islam Tana Luwu, 78 Mahasiswa UNM Sambangi Makam Datuk Pattimang