Home / Luwu Utara

Minggu, 19 April 2026 - 13:46 WIB

Peringati Hari Kartini, Pemda Luwu Utara Imbau Seluruh ASN Perempuan Gunakan Kebaya

LUWU UTARA – Suasana peringatan Hari Kartini lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara dipastikan akan tampil berbeda pada 21 April 2026 mendatang.

Pasalnya, Pemda Luwu Utara mengimbau seluruh ASN perempuan untuk menanggalkan sejenak seragam dinas hariannya dan menggantinya dengan pakaian kebaya khas Kartini.

Imbauan ini bukan untuk gaya-gayaan meniru sosok perempuan paling ikonik di Indonesia, tetapi sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi dan hak-hak perempuan Indonesia.

Imbauan tertulis bernomor 400.14.1.1/976/DP3AP2KB/2026 ini diterbitkan oleh DP3AP2KB dan ditandatangani lansung oleh Bupati Luwu Utara. Salah satu yang mendasari diterbitkannya surat imbauan ini adalah untuk menginternalisasi semangat juang Kartini.

Baca juga  Telusuri Jejak Sejarah Islam Tana Luwu, 78 Mahasiswa UNM Sambangi Makam Datuk Pattimang

Imbauan tertulis ini memberikan makna filosofis yang sangat kuat, bahwa imbauan ini bukan sekadar imbauan administratif semata, tetapi juga sebagai upaya untuk menyerap nilai-nilai luhur ke dalam karakter dan tindakan sehari-hari

Dalam imbauan tersebut disebutkan bahwa penggunaan pakaian kebaya di Hari Kartini adalah upaya Pemda Luwu Utara untuk mengenang perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia.

Upaya memberikan sentuhan estetika dengan kebaya ala Kartini tentunya memiliki semangat dan filosofis tersendiri dalam upaya melestarikan nilai-nilai perjuangan RA Kartini.

Penggunaan kebaya ala Kartini juga diharapkan mampu memancarkan sisi keanggunan, sekaligus ketangguhan perempuan-perempuan Luwu Utara yang selama ini menjadi pilar penting dalam pembangunan daerah.

Baca juga  Kafilah Luwu Utara Tiba di Maros: Rampungkan Registrasi Ulang, Siap Berlaga di MTQ ke-34 Sulsel

Salah seorang ASN Lutra, Wahyuni Hamarong, mengatakan bahwa imbauan penggunaan kebaya bagi ASN perempuan adalah momentum untuk merayakan kecerdasan dan dedikasi perempuan.

“Dengan berkebaya, kita sebagai ASN perempuan akan diingatkan bahwa menjadi modern itu bukan berarti melupakan akar sejarah dari perjuangan Kartini. Inilah momen yang tepat bagi kita untuk memancarkan sisi keanggunan dan ketangguhan perempuan,” tandasnya.

Sekadar diketahui, ASN perempuan yang diimbau mengenakan pakaian kebaya ala Kartini adalah PNS, PPPK penuh waktu, dan PPPK paruh waktu. Termasuk karyawati BUMN dan BUMD. (LHr)

 

Share :

Baca Juga

Luwu Utara

Bupati Andi Abdullah Rahim Ajak Ribuan ASN Perkuat Silaturahmi dan Etos Kerja

Luwu Utara

MTQ XXXIV Sulsel Resmi Dibuka, Bupati Luwu Utara: Momentum Membumikan Al Qur’an
Babak Baru Sengketa Ruko Terminal , Pemkot Palopo Dipanggil Pengadilan Terkait Eksekusi Rp99 Miliar

Luwu Utara

Babak Baru Sengketa Ruko Terminal , Pemkot Palopo Dipanggil Pengadil​an Terkait Eksekusi Rp99 Miliar

Luwu Utara

Siap Melompat Lebih Tinggi, Bupati Andi Rahim Jajaki Kerja Sama Industri Skala Besar dengan Kemenperin

Luwu Utara

Sentuhan Motivasi Kepala MTs DDI Masamba, Siswa Siap Hadapi TKA dengan Percaya Diri

Luwu Utara

H+2 Iduladha, Pengunjung Padati Wisata Permandian Air Panas Pincara Masamba 

Luwu Utara

Inilah Hasil Lengkap Capaian Kafilah Luwu Utara di MTQ XXXIV Sulsel, Bupati Beri Apresiasi

Luwu Utara

Perkuat Sinergi Sosial, Bupati Andi Rahim Apresiasi Aksi Peduli Sosial KKSS