Ironi Road Racer Palopo Absen di Pra Porprov
PALOPO, PAMORNEWS — Kota Palopo berdiri di tengah sebuah ironi yang mencolok. Sebagai salah satu dari hanya dua kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang membanggakan diri dengan kepemilikan sirkuit balap motor yang megah, cabang olahraga (cabor) Road Race dari Palopo justru gagal berpartisipasi dalam ajang Pra Porprov Sulsel 2025.
Fakta ini menjadi sorotan tajam, mengingat investasi kolosal yang ditanamkan oleh pemerintah daerah. Sirkuit balap motor yang berlokasi di Kelurahan Songka, Palopo, dibangun dengan anggaran fantastis mencapai Rp49 miliar.
Namun, kemegahan infrastruktur ini seakan tak sejalan dengan prestasi dan keikutsertaan atlet lokal di kancah regional.
Sentilan Pedas dari Mantan Manajer Tim,
Kegagalan tim Road Race Palopo untuk melangkah ke Pra Porprov Sulsel 2025 memicu reaksi keras di kalangan komunitas otomotif setempat.
A. Taufiq Hidayat, mantan Manajer Road Race Palopo pada gelaran Porda Sulsel sebelumnya, melontarkan kritik pedas yang ditujukan langsung kepada pucuk pimpinan organisasi.
Melalui akun Facebook pribadinya pada September 2025, Taufiq secara terbuka “menyentil” Ketua IMI Palopo.
”Mana ini ketua IMI Palopo yg sudah direkomendasikan ketua IMI Sulsel..RMS..KENAPA KITA BARUSAN TERJADI INI TEAM BALAP MOTOR PALOPO TDK IKUT DALAM PRA PORDA. Malu kita mereka yg bikin sircuit kok gak ada penbalap..nya bikin malu malu betul kita..otomotif palopo,” tulis Taufiq, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas situasi yang dinilainya memalukan ini.
Pernyataannya merangkum kekecewaan publik: memiliki sirkuit berstandar tinggi, tetapi tim balap motor daerah sendiri justru absen dari kualifikasi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Situasi ini menjadi cermin adanya masalah serius di tingkat pembinaan dan manajemen organisasi olahraga otomotif Palopo, memunculkan pertanyaan besar, Kok Bisa… kota dengan fasilitas semewah itu justru tidak memiliki perwakilan di Pra Porprov?
Ironi ini menempatkan Palopo dalam sorotan, di mana infrastruktur miliaran rupiah berdiri gagah, kontras dengan ketiadaan atlet yang berlaga membawa nama daerah di kompetisi olahraga.
(***/anukunews)











