Home / Uncategorized

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:04 WIB

Jangan Sampai Sekadar Ganti Status, Sejahtera Harus Jadi Fokus Utama

[​Pemekaran Luwu Raya]

​MAKASSAR – Momentum Sabtu sore menjadi ruang diskusi bernas mengenai masa depan Luwu Raya.

Bertempat di tengah suasana santai namun penuh gagasan, di salah satu rumah kopi, akademisi sekaligus ekonom senior, Abdul Madjid Sallatu (AMS), membagikan pandangan kritisnya terkait rencana pembentukan Provinsi Luwu Raya.

​Sebagai sosok mantan birokrat yang kenyang pengalaman di bidang pembangunan kewilayahan, Kanda AMS—sapaan akrabnya—menekankan bahwa semangat pemekaran tidak boleh hanya berhenti pada euforia administratif.

Ia mewanti-wanti agar Luwu Raya belajar dari rapor merah sejumlah daerah pemekaran lain yang justru gagal berkembang setelah berpisah dari induknya.

Baca juga  Patroli Bersama di Luwu Utara: Busur Disita, Balap Liar Dibubarkan

​Poin Kunci Diskusi:

​Esensi Kesejahteraan:

AMS menegaskan bahwa indikator keberhasilan sebuah provinsi baru bukanlah pada kemegahan gedung kantor gubernur, melainkan pada meningkatnya level kesejahteraan rakyat.

​Misi Pelayanan Publik: Tujuan hakiki

pemekaran adalah memperpendek jarak pelayanan pemerintahan dan memastikan pembangunan tidak lagi tersentralisasi.

​Perencanaan Berbasis Data: Luwu Raya membutuhkan blue print atau peta jalan pembangunan yang komprehensif dan didukung oleh data akurat agar tidak salah arah sejak awal berdiri.

Baca juga  Pj Sekda Kota Palopo Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rusun Brimob Batalyon D Pelopor

​”Bagian terpenting dari pemekaran wilayah adalah apakah setelah mekar, Luwu Raya bisa meningkatkan kesejahteraan rakyatnya sendiri atau malah sebaliknya,” tegas AMS dalam diskusi tersebut.

​Insight berharga ini menjadi pengingat bagi para pejuang Provinsi Luwu Raya bahwa perjuangan sesungguhnya justru dimulai saat status provinsi tersebut berhasil diraih.

Perencanaan yang matang adalah kunci agar harapan warga Luwu Raya untuk hidup lebih baik dapat benar-benar terwujud, bukan sekadar janji politik di atas kertas.(***)

sumber: Asri Tadda

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Terminal Minyak Mentah Lawe-lawe Resmi Beroperasi, Dukung Ketahanan Energi Nasional

Uncategorized

Pilkada Sulawesi Tengah: Tiga Pasangan Calon yang Diprediksi Bertarung

Uncategorized

Wabup Luwu Utara Buka TWK dan TIU Calon Paskibraka 2026, 117 Peserta Ikuti Seleksi Lanjutan

Uncategorized

Morowali Menjadi Pusat Perayaan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional Sulawesi Tengah 2025

Uncategorized

DPRD Palopo Bahas Ranperda Adat, Ini Poin Penting yang Dibahas

Uncategorized

Gebyar PAUD Semarakkan HUT Morowali ke-26, Bupati dan Wakil Bupati Hadiri Acara Meriah di Alun-Alun Rujab

Uncategorized

Dinkes Sulteng dan Pemkab Morowali Perkuat Pembudayaan Hidup Sehat Melalui GERMAS

Uncategorized

Pipa Bocor di Jl. Ahmad Razak, Distribusi Air PERUMDA TM Terganggu