Home / Uncategorized

Senin, 12 Januari 2026 - 18:50 WIB

Jejak Langkah Sang Jenderal di Tanah Harapan: Membaca Sinyal IKN di Era Prabowo

PENAJAM PASER UTARA – Deru baling-baling helikopter Super Puma memecah kesunyian sore di kawasan Penajam Paser Utara, Senin (12/1/2026).

Di balik jendela kaca, tatapan tajam Presiden Prabowo Subianto menyisir lekuk-lekuk bangunan megah yang kini berdiri di atas tanah yang dulunya hutan belantara. Bagi Prabowo, ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Ini adalah sebuah proklamasi keberlanjutan.

​Saat kakinya menyentuh landasan, ada sebuah gestur yang mencuri perhatian. Bukan sekadar jabat tangan formal, melainkan tatapan takjub saat melihat rumput hijau di halaman Istana.

“Ini rumput beneran atau apa ya?” gumamnya ringan, sebuah celetukan manusiawi yang memecah ketegangan formalitas protokoler.

Namun, di balik humor tipis itu, Prabowo membawa misi yang sangat serius: menjadikan IKN sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028.

​Bukan Sekadar Warisan, Tapi Masa Depan

​Banyak yang sempat meragukan komitmen Sang Jenderal terhadap mega proyek ini.

Fokusnya pada program makan bergizi gratis sempat dianggap akan meminggirkan IKN ke laci sejarah. Namun, kehadiran Prabowo di sini menghapus semua spekulasi itu. Presiden datang bukan sebagai tamu, melainkan sebagai nakhoda yang siap mengencangkan layar.

Baca juga  Magnet dari Tana Luwu: Saat Kedokteran UMB Palopo Menjadi "Primadona" di Hotel Claro

​”Pak Jokowi sudah mengambil peran sejarah sebagai inisiator. Saya yang akan melanjutkan, kalau bisa saya yang menyelesaikan,” tegasnya dengan nada bicara yang mantap.

​Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang sangat masif di sektor infrastruktur dasar, Prabowo membawa nuansa yang lebih strategis dan fungsional.

Targetnya jelas: dalam empat tahun ke depan, gedung-gedung Legislatif (DPR/MPR) dan Yudikatif (Mahkamah Agung) harus berdiri tegak mendampingi gedung Eksekutif yang sudah ada.

​Baginya, IKN tidak bisa disebut ibu kota jika hanya dihuni oleh presiden dan para menteri.

“Kalau kita pindah hanya eksekutifnya, terus rapatnya sama siapa?” ungkapnya retoris.

Pesan ini menegaskan bahwa IKN di eranya akan didorong menjadi ekosistem pemerintahan yang utuh, sebuah jantung politik Indonesia yang sebenarnya.

Baca juga  Selamat Atas Pelantikan Bapak Prabowo Subianto Sebagai Presiden Republik Indonesia

​Menjaga Marwah di Tengah Hutan

​Dalam kunjungan ini, Prabowo juga memberikan catatan kritis. Ia meminta perbaikan pada desain dan fungsi agar benar-benar siap menampung ribuan ASN tanpa mengorbankan kenyamanan.

Bahkan, rencana pembangunan sekolah unggulan seperti SMA Taruna Nusantara di IKN menjadi salah satu prioritasnya tahun ini—sebuah bukti bahwa beliau ingin membangun “nyawa” di kota ini, bukan sekadar beton dan aspal.

 

​Senja di Nusantara hari itu ditutup dengan optimisme. Prabowo tidak hanya membawa rombongan menteri, tapi membawa kepastian bagi para investor dan rakyat Indonesia. Bahwa IKN tetap melaju, bukan karena ambisi pribadi, melainkan sebagai benteng pertahanan Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pemerataan ekonomi.

​Sejarah baru sedang ditulis. Jika Jokowi adalah sang arsitek yang menggambar garis pertama, Prabowo nampaknya ingin menjadi pembangun yang memastikan setiap pilar berdiri kokoh untuk berabad-abad lamanya.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Direksi PERUMDA TM Palopo Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1446 Hijriah

Uncategorized

Drama APBD-P Palopo: Ketika “Sunat” Rp 5M Jadi Pemicu “Perang Dingin” Legislatif-Eksekutif

Uncategorized

Polres Morowali Laksanakan Apel gelar pasukan Operasi Zebra Tinombala 2025

Uncategorized

Wabup Iriane Iliyas Sambangi Disdukcapil, Tinjau Tiga Mesin Cetak e-KTP Pengadaan Tahun Anggaran 2025

Uncategorized

Kapolres Morowali Pimpin Langsung Pengamanan Aksi Unjuk Rasa FSPMI

Uncategorized

PEMKAB MOROWALI SOSIALISASIKAN WHISTLE BLOWING SYSTEM UNTUK PERKUAT PENGAWASAN INTERNAL

Uncategorized

BUPATI MOROWALI DIAPRESIASI MENTERI IMIGRASI ATAS KEPEMIMPINAN VISIONER DAN BERJIWA PENGUSAHA

Uncategorized

Warga Puungkoilu Anggap Bupati Iksan Bukan Sekadar Pemimpin, Tapi Bagian dari Keluarga