PALOPO, PAMORNEWS – Pintu gerbang Istana Kedatuan Luwu, SalassaE, di Kota Palopo akan menjadi saksi sebuah momen bersejarah yang kaya akan tradisi pada Jumat (3/10/2025). Yang Mulia Datu Luwu XL, La Maradang Mackulau Opu To Bau, SH, dijadwalkan menganugerahkan gelar adat kehormatan kepada Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.

Kunjungan kerja Menag Nasaruddin Umar beserta istri, Dr. Hj. Helmi Halimatul Udmah Nasaruddin Umar, ke Kota Palopo kali ini bukan sekadar agenda formal kenegaraan, melainkan juga sebuah perjalanan budaya yang akan mengukuhkan ikatan antara tokoh nasional dan lembaga adat tertua di Luwu Raya.
Prosesi Adat Penuh Khidmat di SalassaE
Penganugerahan gelar adat yang namanya masih dirahasiakan ini akan dilaksanakan pada pukul 09.00 WITA. Undangan yang telah disebar meminta para hadirin mengenakan pakaian adat, menambah nuansa sakral dan keagungan acara.
Prosesi akan diawali dengan penyambutan secara adat yang meriah, dimulai dari depan pintu gerbang Istana. Setelah diantar masuk menuju SalassaE, acara akan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa.
Puncak acara inti akan dipenuhi dengan rangkaian ritual adat yang khidmat: Ripassangi Sigerra, Rigella (upacara pemberian gelar), penyematan Tappi Luwu, penyematan PIN Kedatuan Luwu, dan pembacaan Narasi (riwayat dan makna gelar yang diberikan).
Acara kemudian dilanjutkan dengan titah dari Yang Mulia Datu Luwu dan sambutan balasan dari Menteri Agama RI. Penutup prosesi akan dilaksanakan melalui ritual Ritoana dan Riajjagai, yang secara simbolis menegaskan pengukuhan dan perlindungan terhadap penerima gelar baru.
Agenda Padat Sang Menteri di Tanah Sulawesi
Sebelum tiba di Kota Idaman, Menteri Agama Nasaruddin Umar telah mengawali kunjungan kerjanya di Sulawesi Selatan dengan membuka Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional perdana di Kampus III Pesantren As’adiyah, Macanang, Kabupaten Wajo, pada Kamis (2/10/2025).
Penganugerahan gelar adat ini menegaskan pengakuan dan penghormatan Kedatuan Luwu terhadap peran dan kontribusi Prof. Nasaruddin Umar sebagai tokoh nasional yang membawa pengaruh positif bagi bangsa, khususnya dalam bidang keagamaan dan pendidikan. Ini menjadi penanda eratnya hubungan antara warisan budaya lokal yang kuat dengan kepemimpinan nasional.(***)











