Home / Uncategorized

Minggu, 5 Juli 2026 - 02:11 WIB

KEMENTERIAN KOMDIGI PERCEPAT TRANSFORMASI DIGITAL PEMERINTAHAN MENUJU INDONESIA EMAS 2045

MEDAN – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan komitmennya untuk mengakhiri era fragmentasi layanan pemerintah. Dalam paparan yang disampaikan pada Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (RAKERNAS APEKSI) 2026,

kementerian memperkenalkan cetak biru baru guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang terpadu, transparan, dan akuntabel.

​Mengatasi Masalah “Legacy” yang Terfragmentasi

​Selama ini, sistem pemerintahan berbasis elektronik di Indonesia masih menghadapi tantangan besar berupa fragmentasi data dan aplikasi. Kondisi ini membuat berbagai instansi pemerintah bekerja dengan standar yang berbeda, yang pada akhirnya menyulitkan masyarakat karena harus melakukan input data berulang kali pada berbagai portal yang tidak saling terhubung.

​Aris Kurniawan, Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Kementerian Komdigi, menyatakan bahwa pemerintah harus beralih dari sekadar “regulator” menjadi fasilitator yang menyediakan ekosistem digital yang kokoh.

​”Kita sedang membangun infrastruktur digital yang terukur dan mengadopsi konsep tech stack baru. Tujuannya adalah menciptakan satu portal layanan di mana masyarakat hanya perlu melakukan input data satu kali (once only principle) dengan sistem Single Sign-On (SSO),” ujar Aris.

Baca juga  Sekda Palopo BenarkanTagihan Inkrah Lahan Terminal dan Pasar Sentral

​Empat Pilar Transformasi Digital

​Untuk mencapai visi tersebut, Kementerian Komdigi memperkenalkan kerangka kerja Tech Stack Pemerintah Digital yang terdiri dari empat lapisan utama:

​Layer Aplikasi: Memastikan aplikasi yang terstandar dan mampu beroperasi bersama untuk menekan duplikasi.

​Layer Platform: Menyatukan layanan, data, dan identitas digital dalam satu kesatuan.

​Layer Data: Menjadikan data sebagai single source of truth yang akurat dan mutakhir.

​Layer Infrastruktur: Menjamin ekosistem Pusat Data Nasional (PDN) yang aman, andal, dan berdaulat.

​Kebijakan Strategis untuk Integrasi Nasional

​Sebagai bentuk penguatan, pemerintah telah menetapkan enam kebijakan strategis, termasuk klasifikasi data berbasis risiko, audit TIK secara berkala, dan kewajiban pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup publik.

Baca juga  Dari Pengepul Barang Bekas ke Ketua DPRD Morowali KISAH Inspiratif Herdianto Marsuki

Langkah ini didukung oleh program Klinik Pemerintah Digital yang memberikan pendampingan teknis, mulai dari asesmen hingga konsultasi, bagi pemerintah daerah untuk mempercepat tingkat kematangan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

​Transformasi Hingga ke Pelosok

​Tidak hanya di tingkat pusat dan daerah, transformasi ini juga merambah hingga ke pelosok desa melalui layanan Sideka-NG. Hingga saat ini, lebih dari 22.000 desa telah memiliki akses website yang terhubung dengan standar keamanan nasional, memastikan layanan publik di tingkat desa berjalan lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.

​Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, Kementerian Komdigi optimis bahwa akselerasi transformasi digital ini akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan target Indonesia Emas 2045.(***)

laporan: Hamsir Hamid

Dari Medan

 

#RakernasApeksi2026

#KomdigiRakernas

#KanalAkhmadBaso

#PamorNews

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Sambut HUT ke-27 Luwu Utara, Bapenda Gelar Aksi Bersih-bersih di Jalan Protokol Depan RSUD Andi Djemma

Uncategorized

Mendengar dengan Hati, Membangun dengan Harapan: Komitmen PT Vale Bersama Masyarakat Morowali

Uncategorized

Hipnotis Karyawan dengan 15 Pertunjukan Seni Budaya Antar Bangsa

Luwu Utara

USTADZ SOMAD DI MASAMBA

Uncategorized

BKN Turun Tangan Evaluasi Dugaan Paksaan Mundur ASN di Luwu Utara

Uncategorized

Dorong Produk Lokal Masuk Ritel Modern, Alfamart dan DP2KUKM Luwu Utara Gelar Kurasi Produk

Uncategorized

Sulawesi Tengah Gencarkan Pariwisata Berkelanjutan, Fokus pada Tiga Pilar Utama

Uncategorized

PROFIL : Ilham Hamid, Sang Nakhoda Baru SDM Palopo