Home / Uncategorized

Minggu, 12 Oktober 2025 - 02:21 WIB

Warga Luwu Timur Tegaskan Lahan Sewa Sudah Jadi Pemukiman dan Kebun Produktif

*Tim Penilai Diminta ‘Buka Mata’ Soal Lahan PT IHIP

Warga Luwu Timur Tegaskan Lahan Sewa Sudah Jadi Pemukiman dan Kebun Produktif

​LUWU TIMUR, PAMORNEWS – Polemik sewa lahan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur kepada PT Indonesia Huali Industry Park (IHIP) di Kecamatan Malili semakin memanas. Setelah harga sewa yang dinilai terlalu murah—hanya sekitar Rp226 per meter persegi per tahun—menuai sorotan publik dan politisi, kini muncul protes keras dari warga Desa Harapan yang merasa menjadi korban langsung.

​Warga mendesak tim penilai publik, yang menjadi mitra Pemkab, untuk meninjau ulang dan melakukan penilaian lapangan yang jujur. Mereka menyoroti fakta krusial yang diduga diabaikan: lahan yang disewakan itu bukan merupakan lahan kosong (lahan negara) murni, melainkan wilayah yang sudah terdapat pemukiman dan perkebunan milik warga.

​Lahan Produktif Dibayar Murah?

​Sejumlah elemen masyarakat dan warga Desa Harapan secara lugas mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas Pemkab Luwu Timur dalam perjanjian sewa-menyewa lahan aset daerah tersebut kepada PT IHIP.

Baca juga  Sembilan Lapak di Salassa Luwu Utara Ludes Terbakar, Jalur Trans Sulawesi Sempat Lumpuh Total

​”Tim penilai publik mitra Bupati Luwu Timur diminta buka mata lebar-lebar, bahwa lahan yang mereka sewakan dengan sangat murah ke PT IHIP itu sudah ada pemukiman dan perkebunan warga di dalamnya. Itu bukan lahan kosong, bosku!” bunyi protes yang beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik.

​Protes ini menguatkan dugaan bahwa proses penentuan harga dan status lahan tidak dilakukan secara cermat. Data publik menunjukkan bahwa nilai sewa lahan Pemkab ke PT IHIP jauh lebih rendah dibandingkan harga sewa lahan yang diterapkan oleh warga setempat untuk keperluan komersial lainnya.

Sebagai perbandingan, sewa lahan kepada operator telekomunikasi di area yang sama bisa mencapai Rp6.400 per meter persegi per tahun.

​Ancaman Konflik Sosial Mencekam

​Akademisi dan pemerhati kebijakan publik di Luwu Timur telah berulang kali mengingatkan Pemkab Lutim agar berhati-hati. Pengalaman di banyak daerah menunjukkan bahwa konflik sosial yang serius seringkali bermula dari persoalan lahan yang tidak tuntas, terutama ketika hak-hak masyarakat lokal diabaikan.

Baca juga  Bupati Luwu Utara Hadiri Pembukaan Latsarmil Komcad ASN 2026 di Rindam XIV/Hasanuddin

​Penegasan warga Desa Harapan bahwa lahan yang disewakan merupakan area produktif dan berpenghuni, mengindikasikan adanya potensi konflik agraria yang dapat membesar.

​DPRD Luwu Timur sebelumnya juga telah mengakui bahwa persoalan lahan yang belum tuntas, termasuk perizinan dan AMDAL, menjadi hambatan serius bagi investasi di kawasan industri Malili. DPRD mendesak investor untuk tetap mengedepankan komunikasi yang jelas dengan pemilik lahan agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.

​Tuntutan warga Desa Harapan ini kini menjadi lampu merah bagi Pemkab dan Tim Penilai: Investasi besar PT IHIP harus dipastikan berjalan di atas prinsip keadilan dan tanpa mengorbankan hak-hak masyarakat yang telah lama mengelola lahan tersebut.

​Terkait protes ini, apakah Pemkab Luwu Timur dan Tim Penilai akan segera melakukan peninjauan lapangan ulang untuk mengklarifikasi status lahan dan harga sewa?(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Marhaban Ya Ramadhan Bulan Puasa 1447 Hijriah /2026 Masehi

Uncategorized

Satlantas Polres Morowali Gelar “Police Go to School” dan Edukasi Safety Riding di SMP Negeri 2 Bungku

Uncategorized

Panggilan Jiwa Sang “Bunda”: Wali Kota Naili Kukuhkan Pokja PAUD, Tekankan PAUD sebagai ‘Rumah Kedua’ Penuh Cinta

Uncategorized

Perjuangan Pemkot Palopo Merebut Kembali “Warisan” AKPER Sawerigading

Uncategorized

Luar Biasa! Camat Bara Pikul Beras di Atas Pundak Demi Tolong Warga Lumpuh

Uncategorized

Rapat Paripurna DPRD Morowali Terkait Ranperda APBD 2026

Uncategorized

Andi Abdullah Rahim Nakhodai DPD DMI Luwu Utara Periode 2026-2031: Era Baru Transformasi Masjid Dimulai

Uncategorized

Kondisi Air Baku Mangkaluku dan Latuppa Menurun, Layanan Distribusi Air di Beberapa Wilayah Kota Terganggu