Home / Uncategorized

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:24 WIB

Masuk Tahap Produksi, PT Masmindo Dwi Area Wajib Setor Laporan Lingkungan Tiap Triwulan ke DLH

LUWU — Memasuki tahapan produksi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, PT Masmindo Dwi Area (MDA) kini dikenakan regulasi ketat terkait pengawasan dampak lingkungan dan realisasi program sosial.

Sebagai pemegang Kontrak Karya tambang emas Proyek Awak Mas di Kecamatan Latimojong, perusahaan ini diwajibkan menyusun dan menyetor Laporan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan secara berkala setiap triwulan (tiga bulan sekali).

​Berdasarkan regulasi yang berlaku, sistem pelaporan tahunan otomatis tidak lagi digunakan setelah sebuah perusahaan tambang resmi memasuki fase produksi. Laporan triwulan ini wajib diserahkan secara berkala ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Selatan dan DLH Kabupaten Luwu.

​Kewajiban pelaporan berkala tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mewajibkan setiap pemegang persetujuan lingkungan untuk melaporkan kepatuhan ekologinya secara periodik kepada instansi pelaksana di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Baca juga  Ironi Pendidikan di Palopo: Belajar Berdesakan di Gudang, Ruang Kelas Rusak Ditelan Rayap

​Parameter Pengujian Lingkungan Triwulan

​Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL) yang diserahkan setiap tiga bulan tersebut wajib memuat hasil pengujian ilmiah yang valid dan objektif terhadap sejumlah parameter krusial, antara lain:

​Kualitas Air Sungai: Pengujian kualitas air permukaan di sekitar wilayah operasional untuk memastikan tidak adanya pencemaran senyawa kimia berbahaya.

​Kualitas Udara dan Kebisingan: Pemantauan emisi debu dan tingkat kebisingan akibat aktivitas alat berat serta operasional pabrik.

​Volume Tailing: Pendataan berkala terhadap volume material sisa hasil pemisahan bijih emas untuk memastikan tata kelola limbah yang aman.

​Realisasi Reklamasi: Laporan kemajuan penataan lahan pascatambang.

​Pada tahapan produksi, program reklamasi merupakan kewajiban yang harus berjalan simultan (bersamaan) dengan aktivitas penambangan. Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik, perusahaan tidak diperbolehkan menunda reklamasi. Setelah membuka lahan dan menyelesaikan eksploitasi, area tersebut harus segera direklamasi tanpa jeda.

Baca juga  PUDING Penyelamat Hidup: RSUD Sawerigading Palopo Angkat Isu Kanker Payudara, Dorong Kesadaran Deteksi Dini

​Proses pemulihan lahan ini dipantau secara ketat setiap tahun melalui audit lapangan oleh tim gabungan dari Dinas LH serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

​Ketentuan Dana Jaminan: Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) Pasal 100, PT MDA wajib menempatkan Dana Jaminan Reklamasi dan Pascatambang di bank pemerintah.

Jika dalam evaluasi tahunan perusahaan ditemukan lalai atau tidak menyetorkan laporan, dana jaminan tersebut dapat disita oleh negara agar pemerintah dapat mengambil alih proses pemulihan lingkungan secara langsung.(arw/***)

 

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Kolaborasi Adat, Aparat, dan Korporasi Berantas Tambang Ilegal di Rampi

Uncategorized

Pastikan Pelayanan Berjalan Baik, UPT Pariwisata Luwu Utara Pantau Kinerja Petugas ODTW Tamboke

Uncategorized

Mengurai Benang Merah Hoaks Kanibal dan Tumbal di Tengah Kecemasan Ibu Kota

Uncategorized

“Test The Water”: Palopo Hadapi Ujian Integritas di Pusaran Politisasi APBD

Uncategorized

Pj. Bupati Morowali Lepas Calon Jamaah Haji

Uncategorized

Syaharuddin Alrif Beri Sinyal PAW DPR RI NasDem Sulsel: Judas Amir dan Hayarna Hakim Berpeluang?

Uncategorized

Pemkab Morowali Gelar Konsultasi Publik Dua Ranperda Strategis Tahun 2025

Uncategorized

Selamat Ulang Tahun yang penuh berkah kepada Bapak Drs. H. FIRMANZA DP, S.H., M.Si,