MASAMBA — Dugaan penyimpangan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Kabupaten Luwu Utara kembali memicu sorotan tajam. Aktivis Luwu Raya, Reski Halim, mengungkap adanya indikasi pola terorganisir penggunaan puluhan barcode QR Code Subsidi Tepat yang diduga dimanipulasi oleh oknum spekulan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Reski membeberkan, berdasarkan hasil pemantauan dan investigasi di lapangan, para pelaku disinyalir bergerak secara terstruktur menggunakan sistem pergantian puluhan barcode secara bergantian. Praktik penyelewengan ini diduga berlangsung di sedikitnya delapan SPBU yang tersebar di wilayah Luwu Utara.
“Di lapangan kami menemukan indikasi kuat para pelaku memegang puluhan barcode yang dipakai secara bergantian di beberapa SPBU. Pola ini mengindikasikan adanya jaringan yang lebih besar di balik distribusi BBM subsidi yang tidak sesuai peruntukan,” ujar Reski kepada media, Selasa (26/5/2026).
Ia menilai, modus operandi seperti ini sangat merugikan masyarakat yang benar-benar berhak dan sulit terdeteksi jika manajemen pengawasan di tingkat SPBU tidak diperketat secara menyeluruh. Reski juga menyoroti lemahnya verifikasi faktual oleh pihak operator pengisian.
“Beberapa SPBU diduga tidak teliti melakukan pengecekan kesesuaian antara barcode dengan nomor polisi kendaraan saat transaksi berlangsung. Ini menjadi celah besar yang dimanfaatkan pihak tertentu,” tambahnya.
Merespons kondisi tersebut, Reski secara terbuka meminta Kapolda Sulawesi Selatan untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Penegak Hukum (Gakkum) di Polres Luwu Utara, termasuk Kapolres AKBP Nugraha Pamungkas serta Kanit Tipidter AIPTU Iksan yang membidangi penindakan tindak pidana tertentu.
Viral Video Solar Diduga Disedot ke Jeriken di Wilayah Dandang
Di tengah mencuatnya desakan evaluasi tersebut, perhatian publik makin diperkuat oleh beredarnya sebuah rekaman video di media sosial dan kanal percakapan lokal.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak seorang pemuda tengah memindahkan (menyedot) BBM jenis Solar dari tangki sebuah mobil minibus berwarna putih ke dalam jeriken.
Perekam video sempat melayangkan pertanyaan terkait asal-usul BBM tersebut. “Dari mana ini kau ambil?” tanya perekam.
Pemuda tersebut menjawab singkat, “Di Dandang, Pak,” sembari terus melanjutkan aktivitas memindahkan Solar ke jeriken.
Namun, saat dicecar mengenai kepemilikan barcode yang digunakan untuk mengisi BBM tersebut, pemuda itu memilih bungkam.
Reski Halim menduga pemuda dalam video tersebut merupakan bagian dari belasan kurir lapangan yang menjalankan pola pelangsiran serupa menggunakan banyak barcode di wilayah hukum Luwu Utara.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Polres Luwu Utara belum memberikan keterangan resmi maupun respons terkait tuntutan evaluasi dan dugaan pengawasan yang longgar tersebut. Redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi dan check and re-check kepada Kapolres Luwu Utara, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, serta pengelola SPBU terkait guna mendapatkan informasi yang berimbang. (red)
Editor : aBa
Sumber : rilis aktivis











