Home / Uncategorized

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 03:18 WIB

PALOPO ​DARURAT ANTIBIOTIK:  BPOM MINTA WALIKOTA PIMPIN PERANG MELAWAN RESISTENSI ANTIMIKROBA

PALOPO ​DARURAT ANTIBIOTIK:

BPOM MINTA WALIKOTA PIMPIN PERANG MELAWAN RESISTENSI ANTIMIKROBA

​PALOPO – Ancaman serius terhadap kesehatan publik, yaitu Resistensi Antimikroba (AMR), menjadi fokus utama kunjungan silaturahmi sekaligus advokasi Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palopo kepada Pemerintah Kota Palopo.

Kepala Balai POM Palopo, Darman, secara langsung meminta dukungan penuh Walikota untuk menguatkan kebijakan pencegahan dan pengendalian AMR di wilayah Palopo.

​Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Kerja Walikota belum lama ini, Darman menegaskan bahwa Resistensi Antimikroba—kondisi di mana bakteri menjadi kebal terhadap obat antibiotik—telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

​“Kekebalan ini disebabkan dua faktor utama yang masih marak terjadi di masyarakat kita, yaitu penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dosis dan indikasi, serta penyerahan antibiotik tanpa resep dokter oleh fasilitas pelayanan kefarmasian,” ujar Darman.

Baca juga  Bea Cukai Morowali Kumpulkan Rp1,1 Triliun di Semester Pertama 2025

​Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci

​Kepala BPOM Palopo menekankan bahwa upaya memerangi AMR tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPOM. Isu ini bersifat multi-sektor yang membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, fasilitas farmasi, dan masyarakat luas.

​“Peran pemerintah daerah, khususnya di bawah kepemimpinan Walikota, sangat kami harapkan. Penguatan kebijakan daerah adalah kunci untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi peredaran dan penggunaan antibiotik.

Ini adalah langkah strategis untuk melindungi masyarakat Kota Palopo dari ancaman AMR yang dapat berujung pada kegagalan pengobatan infeksi,” lanjutnya.

​Resistensi Antimikroba berpotensi mengubah infeksi ringan yang sebelumnya mudah disembuhkan menjadi penyakit mematikan.

Baca juga  IMIP Buka Gerbang Masa Depan, Siap jadi Contoh Hilirisasi Pendidikan

Dengan tingginya kasus penggunaan antibiotik yang tidak rasional, Palopo menghadapi risiko peningkatan biaya kesehatan dan penurunan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

​Melalui advokasi ini, BPOM Palopo berharap Walikota dapat menginstruksikan pengawasan ketat dan penindakan tegas terhadap fasilitas yang masih menjual antibiotik secara bebas tanpa resep.

Dukungan regulasi dari Pemkot Palopo diharapkan akan menjadi payung hukum yang kuat bagi Balai POM dan Dinas terkait untuk bergerak lebih efektif di lapangan.

​Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk membangun komitmen bersama dalam rangka pengawasan Obat dan Makanan yang lebih baik serta menjaga masyarakat Kota Palopo dari bahaya senyap yang mengintai di setiap penggunaan antibiotik yang keliru.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Gedung Baru DPRD Palopo: Dari Kebanggaan Daerah Menjadi Sorotan Jaksa

Uncategorized

Warga Palopo Tolak THM Labombo, Dorong Keamanan dan Ketertiban

Uncategorized

Mutasi Jilid II Pemkot Palopo: Berikut Daftar 52 Pejabat Eselon 3 Yang Baru

News

RPJMD Sulawesi Tengah 2025-2030 Resmi Disahkan, Kompas Pembangunan Kesejahteraan Rakyat

Uncategorized

Bahodopi Sabet Juara Umum I, Porkab II Morowali Resmi Ditutup

Uncategorized

[​Pena di Tengah Bara] Catatan Hari Pers Nasional dari Tana Luwu

Uncategorized

Panggilan Jiwa Sang “Bunda”: Wali Kota Naili Kukuhkan Pokja PAUD, Tekankan PAUD sebagai ‘Rumah Kedua’ Penuh Cinta

Uncategorized

KESBANGPOL APRESIASI TNI AL DAN BEA CUKAI ATAS PENGGAGALAN UPAYA PENYELUNDUPAN MIRAS DAN ROKOK ILEGAL DI MOROWALI