PALOPO, PAMORNEWS – Di tengah bayang-bayang ancaman Penggantian Antar Waktu (PAW) dari Partai NasDem, politisi Palopo Abdul Salam kini mendadak memiliki julukan baru di lingkaran Walikota Palopo, Hj. Naili . Panggilan tersebut adalah “Mayor Teddy”.
Julukan ini sontak menarik perhatian, mengingat nama Mayor Teddy di panggung nasional merujuk pada Mayor Teddy Indra Wijaya, mantan ajudan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang kini menjabat sebagai Sekretaris Kabinet.
Sosok Mayor Teddy (yang asli) dikenal karena kedekatannya dengan pucuk pimpinan tertinggi dan perannya dalam “mengawal” agenda-agenda penting.
Di Palopo, fenomena serupa seolah menular.
”Mensterilkan” Saokotae Setiap Hari
Tidak jelas secara gamblang mengapa julukan itu melekat pada Abdul Salam. Namun, pengamat menduga hal ini terkait erat dengan aktivitas Salam yang nyaris tiada hari tanpa kehadirannya di Rumah Jabatan Walikota Palopo, Saokotae.
Abdul Salam, yang secara resmi masih menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palopo dari fraksi NasDem, terlihat sangat sibuk mendampingi orang nomor satu Palopo.
Peran utamanya terkesan fokus pada upaya “mensterilkan” situasi di sekitar rumah jabatan, sebuah tugas yang secara fungsional lebih mirip ajudan atau pengawal keamanan pimpinan daerah, alih-alih seorang wakil rakyat.
Padahal, sebagai anggota DPRD, fokus kerjanya seharusnya lebih banyak berada di gedung dewan, menjalankan fungsi legislasi, budgeting, dan pengawasan terhadap eksekutif.
Posisi Ganda dalam Sorotan
Kedekatan luar biasa Abdul Salam dengan Walikota ini menimbulkan pertanyaan, terutama mengingat statusnya yang tengah menghadapi gejolak internal partai. NasDem diketahui sedang memproses PAW terhadapnya.
Alih-alih fokus menyelesaikan masalah internal partai atau memaksimalkan peran sebagai anggota legislatif, Abdul Salam justru menunjukkan loyalitas total yang terpusat di kantor Walikota.
”Julukan Mayor Teddy ini seolah menjadi penanda informal atas peran ganda yang kini dijalankan oleh Abdul Salam,” ujar seorang pengamat politik lokal; muhammad Hikmah.
“Di satu sisi, dia adalah legislator yang menghadapi ancaman PAW. Di sisi lain, ia adalah sosok ‘pengawal bayangan’ yang keberadaannya sangat dominan dan diperlukan oleh Walikota, mungkin untuk menjaga stabilitas atau kelancaran aktivitas di Rujab.”
Entah karena penularan fenomena Mayor Teddy di Kabinet Presiden Prabowo yang sedang ngetren, atau murni karena intensitas kehadirannya yang tak terpisahkan.
Satu hal yang pasti: Abdul Salam, sang “Mayor Teddy” Palopo, kini menjadi magnet perhatian baru di kancah politik lokal, membawa narasi unik tentang loyalitas dan peran seorang wakil rakyat di tengah pusaran kekuasaan.(***/anukunews)











