Oleh: Lukman Hamarong
LUWU UTARA – Suasana di Permandian Alam Tamboke, Kecamatan Sukamaju, tampak berbeda pada Minggu (22/3/2026). Sehari pasca-perayaan Idulfitri, riuh rendah tawa anak-anak yang bermain air menyatu dengan gemericik aliran sungai yang jernih.
Di tengah keramaian itu, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, hadir bukan sekadar untuk menyapa warga, melainkan untuk memastikan sebuah misi besar sedang berjalan: transformasi pariwisata daerah.
Langkah kaki Bupati di bebatuan sungai Tamboke menjadi simbol kuat komitmen Pemerintah Daerah (Pemda). Bagi Andi Rahim, sektor pariwisata bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan pilar ekonomi baru yang diproyeksikan menjadi mesin penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa depan.
Keamanan dan Kenyamanan: Fondasi Utama
Dalam kunjungannya, Bupati menegaskan bahwa membangun pariwisata bukan hanya soal keindahan alam, tapi soal kepercayaan. Citra positif sebuah destinasi sangat bergantung pada perasaan aman dan nyaman yang dibawa pulang oleh wisatawan.
“Siang ini, kami meninjau bagaimana pergerakan masyarakat dan situasi objek wisata di sini. Saya melihat antusiasme warga luar biasa. Fokus kita adalah memastikan mereka bisa menikmati liburan dengan rasa aman, nyaman, dan membahagiakan,” ujar Andi Rahim di sela-sela kunjungannya.
Evaluasi ini, tambahnya, bukan sekadar agenda rutin tahunan. Peninjauan langsung ini merupakan bagian dari pemetaan jangka panjang untuk memoles potensi “Bumi La Maranginang” yang memang dikenal kaya akan lanskap alam—mulai dari pegunungan yang megah, air terjun yang tersembunyi, hingga sungai-sungai dengan kesegaran alami.
Menggerakkan Ekonomi Akar Rumput
Ambisi Pemda Luwu Utara cukup jelas: menjadikan objek wisata sebagai multiplier effect bagi ekonomi lokal. Dengan meningkatnya kunjungan, sektor UMKM di sekitar lokasi wisata diharapkan ikut terkerek naik.
“Kita ingin sektor UMKM juga merasakan dampak positifnya. Mobilitas pengunjung yang tinggi adalah bahan bakar bagi laju ekonomi masyarakat lokal,” ungkap Bupati optimis.
Namun, di balik optimisme itu, Andi Rahim tetap menyisipkan pesan kewaspadaan. Mengingat cuaca yang sulit diprediksi, ia mengingatkan para pelancong untuk tetap waspada terhadap potensi banjir mendadak, terutama saat hujan mulai turun di hulu sungai. Keselamatan tetap menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.
Kolaborasi Lintas Sektor
Keseriusan ini tak dilakukan sendirian. Kehadiran jajaran pejabat teras seperti Wakil Bupati Jumail Mappile, Wakapolres A.M. Syafei, hingga para kepala dinas dari sektor pariwisata, perencanaan (Bapperida), hingga perdagangan (DP2KUKM) menunjukkan adanya sinergi lintas sektoral.
Bupati juga mengajak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk tidak berhenti berinovasi. Menurutnya, alam yang indah hanyalah bahan baku; kreativitas pengelolalah yang akan mengubahnya menjadi atraksi yang memikat wisatawan dari luar daerah.
Luwu Utara kini sedang bersolek. Di bawah kepemimpinan Andi Abdullah Rahim, daerah ini sedang membuktikan bahwa kekayaan alam jika dikelola dengan keseriusan dan keramahan, akan menjadi warisan ekonomi yang berkelanjutan bagi anak cucu di masa depan.(***)











