Home / Uncategorized

Senin, 26 Januari 2026 - 02:06 WIB

Tokoh Masyarakat Sesalkan Sikap Gubernur Sulsel Terkait Aspirasi Provinsi Luwu Raya

PALOPO – Arus dukungan masyarakat agar wilayah Luwu Raya memisahkan diri dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus mengalir deras.

Namun, sikap diam yang ditunjukkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memicu kekecewaan mendalam bagi para aktivis dan tokoh masyarakat di utara Sulsel tersebut.
​Salah satu tokoh masyarakat Luwu, Suleman, secara blak-blakan melontarkan kritik pedas terhadap respons—atau nihilnya respons—dari orang nomor satu di Sulsel itu.

Menurutnya, aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya seolah dianggap angin lalu oleh pemerintah provinsi.
​”Dia (Gubernur) tidak peduli sama sekali terhadap keinginan masyarakat di sini,” tandas Suleman dalam pernyataannya kepada media, menanggapi dinginnya sikap gubernur terhadap tuntutan pemekaran wilayah tersebut.

Baca juga  Giat Seminar Parenting di Merdeka Convention Hall (MCH)

Sorotan Terhadap “Ketidakpedulian” Pemerintah
​Pernyataan Suleman ini mencerminkan keresahan kolektif warga di empat kabupaten/kota (Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Palopo).

Masyarakat menilai bahwa selama ini Luwu Raya telah memberikan kontribusi besar, baik dari sektor pertambangan maupun pertanian, terhadap pendapatan daerah Sulsel.

​Namun, besarnya kontribusi tersebut dianggap tidak sebanding dengan perhatian pemerintah provinsi dalam mendorong kemandirian administratif Luwu Raya.

Aspirasi yang Tersumbat
​Hingga saat ini, gerakan pemekaran Luwu Raya terus diperjuangkan melalui berbagai forum, mulai dari diskusi akademik hingga desakan politik di tingkat pusat.

Baca juga  Buka Rakor Penanggulangan Kemiskinan dan Evaluasi Kinerja Daerah Tahun 2025, Wabup Iriane Iliyas Tekankan Pentingnya Komitmen dan Sinergi Bersama

Pihak yang pro-pemekaran berargumen bahwa:
​Rentang Kendali: Jarak koordinasi ke Makassar terlalu jauh dan memakan biaya tinggi.

Kemandirian Fiskal: Luwu Raya memiliki potensi ekonomi yang mandiri untuk mengelola rumah tangga sendiri.
​Sejarah Luwu: Identitas sejarah Kedatuan Luwu dianggap menjadi fondasi kuat untuk berdiri sebagai provinsi.

Meski pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pemekaran daerah, sikap “diam” Gubernur Andi Sudirman dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap hak politik warga Luwu yang ingin menentukan nasib daerahnya sendiri.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak Hubungan Masyarakat (Humas) Pemprov Sulsel terkait kritikan pedas yang dilontarkan oleh tokoh masyarakat Luwu tersebut.(***)

Share :

Baca Juga

PDAM Palopo Dorong Laporan Cepat Pelanggan untuk Tekan Dampak Kebocoran

Uncategorized

PDAM Palopo Dorong Laporan Cepat Pelanggan untuk Tekan Dampak Kebocoran

Uncategorized

Dorong SDM di Kawasan Industri, Pemkab Morowali Apresiasi Program Pascasarjana Hukum Pertambangan

Uncategorized

Jaga Kebersihan Fasilitas Publik, Disporapar Luwu Utara Larang Warga Buang Sampah di Lapangan Tamsis

Uncategorized

Bupati Andi Rahim Paparkan 3 Langkah Jitu Entaskan Kemiskinan di BP-Taskin

Uncategorized

Gerindra Dukung Sentralisasi Walikota ​Taming Somba : ‘Rem’ untuk Tata Kelola Anggaran yang Baik

Uncategorized

Selamat Hari Jadi Kota Palopo (H. Akram Risa, S.Pd.,M.Si)
Peringatan Otda XXIX, Kuatkan Sinergitas Menuju Indonesia Emas

Uncategorized

Peringatan Otda XXIX, Kuatkan Sinergitas Menuju Indonesia Emas

Uncategorized

Selamat & Sukses Atas Pelantikan Naili Trisal dan Akhmad Syarifuddin sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo