Home / Luwu Utara

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:50 WIB

Mencuri Solar Malangke demi Dollar Morowali

MASAMBA — Sebuah ironi besar sedang terjadi di pesisir Luwu Utara. Di saat nelayan di Kecamatan Malangke harus bertaruh nasib karena kelangkaan Solar subsidi, ribuan liter jatah mereka justru diduga “mengalir” deras ke arah timur, tepatnya ke kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah.

​Bukan rahasia lagi, disparitas harga yang tinggi antara Solar subsidi dan Solar industri telah melahirkan komplotan mafia yang tega menumbalkan hak rakyat demi keuntungan pribadi. Modusnya sederhana namun memuakkan: menggunakan nama nelayan Malangke untuk mendapatkan rekomendasi, lalu menjual fisiknya ke perusahaan tambang.

​Dokumen untuk Rakyat, Barang untuk Tambang
​Penyalahgunaan surat rekomendasi menjadi kunci utama legalitas semu para mafia ini. Atas nama pemberdayaan nelayan, mereka menguras stok Solar di titik-titik pengisian. Namun, alih-alih dibawa ke dermaga Malangke, Solar-solar tersebut dikumpulkan dan dilarikan keluar provinsi.

Baca juga  Kendala Bahasa Berujung Maut, Pengawas Proyek Asal China Tewas di Rongkong

​”Ini bukan sekadar penyelundupan, ini adalah pencurian hak hidup nelayan kami. Nama kami dijual agar mereka bisa mendapatkan ‘Dollar’ di Morowali,” keluh seorang nelayan yang enggan disebutkan identitasnya.

Pungutan Liar dan Intimidasi
​Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya praktik pungutan liar mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000 per jeriken untuk memuluskan jalan bagi para pemain besar. Lebih jauh lagi, siapa pun yang mencoba menyentuh atau membongkar praktik ini akan berhadapan dengan tembok tinggi, bahkan kekerasan fisik.

Baca juga  Tingkatkan Kompetensi Administrasi, Penyuluh Pertanian Kecamatan Sukamaju Ikuti Sosialisasi SKP Kementan Terbaru

Insiden penganiayaan yang menimpa Reski Halim di Gedung DPRD Luwu Utara saat hendak mengungkap kasus ini menjadi bukti nyata betapa “panasnya” bisnis haram ini. Kericuhan tersebut diduga kuat sebagai upaya pembungkaman agar alur distribusi ilegal ke Morowali tetap terjaga rapi.

Menunggu Ketegasan Hukum
​Kini, publik Luwu Utara menanti keberanian Aparat Penegak Hukum (APH) dan pemerintah daerah. Apakah mereka akan membiarkan hak nelayan terus “dicuri” demi kemakmuran oknum di Morowali, ataukah mereka berani memutus rantai mafia ini hingga ke akar-akarnya?

Masyarakat nelayan Malangke tidak butuh janji, mereka butuh Solar mereka kembali.(***)
editor : aBa
Sumber : demi keamanan (tak disebutkan)

Share :

Baca Juga

Luwu Utara

Siap Melompat Lebih Tinggi, Bupati Andi Rahim Jajaki Kerja Sama Industri Skala Besar dengan Kemenperin

Luwu Utara

Dorong Prestasi Atlet Disabilitas, Disporapar Hadiri Musorkab III NPCI Luwu Utara di Bonebone

Luwu Utara

Pemkab Luwu Utara Bersama Pertamina Pastikan Distribusi LPG 3 Kg Aman dan Terjaga

Luwu Utara

Diterima Langsung Bupati, Kangen Band Tiba di Masamba Jelang Konser HUT ke-27 Luwu Utara

Luwu Utara

Muchammad Ichsan Lussa Nakhoda Baru Tirta Bukae: Sejauh Mana Mampu Atasi Keluhan Pelanggan?

Luwu Utara

Sosok Admin MTQ Luwu Utara: Bekerja dalam Senyap Demi Kelancaran Administrasi dan Prestasi

Luwu Utara

Gemulai Penuh Makna! Siswa Akhir MA DDI Masamba Tampilkan Tari Tradisional dalam Ujian Praktik Seni Budaya

Luwu Utara

Kendala Bahasa Berujung Maut, Pengawas Proyek Asal China Tewas di Rongkong