Home / News

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:32 WIB

Pemkab Luwu dan PT Masmindo Dwi Area Resmikan Akademi MATAPPA untuk Tingkatkan Kualitas SDM

LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) resmi meluncurkan Akademi MATAPPA pada Selasa (9/6/2026).

Program ini merupakan wujud nyata komitmen kedua belah pihak dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui inisiatif “Jaga Masa Depan Desa”.

​Sebanyak 90 peserta yang berasal dari wilayah operasional PT Masmindo Dwi Area terpilih untuk mengikuti program ini. Mereka akan menerima pelatihan intensif serta sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

​Fokus Pelatihan Kompetensi

​Akademi MATAPPA tahun ini memfokuskan pelatihan pada lima bidang keahlian strategis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, yaitu:
​Otomotif
​Teknisi AC
​Listrik Industri
​Room Service
​Tata Boga

Baca juga  Personil Satpol-PP Palopo Tryout Tes CPNS dan PPPK

​Sinergi Membangun Daerah

​Program ini lahir dari Forum Desa (FORDES) Matappa, sebuah wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta (MDA). Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag., menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan pengembangan kapasitas manusianya.

​”Kita ingin masyarakat Kabupaten Luwu memiliki kemampuan dan daya saing yang baik. Pelatihan dan sertifikasi ini adalah bekal agar generasi muda kita mampu memanfaatkan peluang kerja yang tersedia dan meningkatkan taraf hidup mereka,” ujar Bupati Patahudding.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Luwu, H. Sofyan Thamrin, menambahkan bahwa kompetensi yang terukur dan sertifikasi nasional adalah “tiket” penting bagi masyarakat untuk memenangkan persaingan di dunia kerja yang semakin ketat.

Baca juga  RPJMD Sulawesi Tengah 2025-2030 Resmi Disahkan, Kompas Pembangunan Kesejahteraan Rakyat

​Menuju Kemandirian Ekonomi

​Selain mencetak tenaga kerja siap pakai, Akademi MATAPPA juga diarahkan untuk menciptakan wirausahawan baru. Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menjelaskan bahwa program “Jaga Masa Depan Desa” tidak hanya berhenti pada pelatihan keterampilan teknis.

​”Kami ingin membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk tumbuh. Melalui penguatan UMKM dan pelatihan kewirausahaan, kami berharap masyarakat dapat membangun usaha mandiri yang berkelanjutan, sehingga tidak hanya bergantung pada sektor formal saja,” jelas Mustafa.

​Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam melahirkan tenaga kerja terampil sekaligus memperkuat pelaku usaha lokal di Kabupaten Luwu guna menciptakan masa depan ekonomi daerah yang lebih sejahtera.(ahy)
sumber’ Rilis Masmido Dwi Area

 

Share :

Baca Juga

News

Wabup Morowali Iriane Iliyas: Semangat Kebersamaan Jadi Modal Utama Desa Maju dan Berdaya Saing

News

Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan TKA, Personel Sat Reskrim Polres Morowali Dapat Penghargaan Dari PT IMIP
Siswa SD Terlindas Mobil Saat Akan Mengikuti Lomba Gerak Jalan Indah Di Palopo

News

Siswa SD Mattekko Terlindas Mobil Saat Akan Mengikuti Lomba Gerak Jalan Indah Di Palopo
MAKASSAR-- Pj. Wali Kota Palopo Drs. H. Firmanza DP., SH., M. Si didampingi Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palopo, Ny. Hj. Isnada Firmanza menghadiri Launching Aksi Stop Stunting (ASS) di Aula Asta Cita Rujab Gubernur Sulawesi Selatan, Jl. Sungai Tangka No.31,Makassar Jumat, 25 Juli 2025. Selain itu, juga dilaunching Program Pendampingan Gizi di 504 Desa Lokus Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025 serta dirangkaikan dengan Penandatanganan MoU Komitmen Pemerintah Daerah 24 Kab/Kota Dalam Mendukung Pelaksanaan Program Aksi Stop Stunting (ASS) 2025. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan A. Sudirman Sulaiman, S.T. yang dihadiri oleh seluruh Kabupaten/ Kota se-Sulsel. Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan komitmen kolektif dalam menangani masalah stunting, yang kini telah menjadi persoalan nasional. “Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Butuh kerja sama dari semua pihak, terutama peran aktif desa dan PKK sebagai garda terdepan,” tegasnya. Sebagai wujud komitmen nyata, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU komitmen bersama Pemerintah Daerah dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel dalam mendukung pelaksanaan Program Aksi Stop Stunting (ASS) 2025. Tak hanya itu, pada acara ini, Gubernur Sulsel juga melaunching sejumlah program pendukung lainnya seperti Ambulans Mini ICU RSUD, Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB), serta program Sulsel Melayani Andalan Hati, yang kesemuanya dirancang untuk memperkuat pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa. Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi Sulawesi Selatan dalam upaya kolektif mencegah dan mengurangi angka stunting. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, dan masyarakat desa, diharapkan generasi masa depan tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas.

News

Launching Aksi Stop Stunting (ASS)
Tokoh Sasak Lombok Mahrip dukung IBAS-PUSPA pimpin Luwu Timur

News

Tokoh Sasak Lombok Mahrip dukung IBAS-PUSPA pimpin Luwu Timur

News

Warga Dampala Sambut Rachmansyah Ismail Yel-yel Menang Bupatiku

News

Viral di Medsos, Aksi Wakil Wali Kota Palopo Tangani Sampah Diapresiasi Lewat Video Kreatif

News

Dugaan “Penyelamatan Jabatan” Kadis Perikanan Luwu Mencuat, BKPSDM Tegaskan Seleksi Sesuai Regulasi