Home / Kota Palopo

Minggu, 12 April 2026 - 20:34 WIB

Ratusan ASN Palopo Resah: Status di BKN Masih Pejabat, Realita di Daerah ‘Dinonjobkan’ Jadi Staf

PALOPO – Gelombang keresahan melanda ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Palopo. Keresahan ini dipicu oleh ketidakjelasan status kepegawaian mereka pasca kebijakan penggabungan (merger) sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

​Dalam sebuah percakapan yang berhasil dihimpun, seorang sumber ASN mengungkapkan bahwa nasib mereka seolah “digantung.” Secara administratif pada aplikasi Badan Kepegawaian Negara (BKN), nama mereka masih tercantum sebagai pejabat struktural (Kepala Bidang), namun pada kenyataannya, mereka kini bekerja dan menerima penghasilan setingkat staf biasa.

​”Di aplikasi BKN kita masih Kabid, tapi daerah malah menggantung nasib, digaji staf lagi,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya karena alasan keamanan posisi.

​Alasan Merger dan Dampak Psikologis

​Pihak terdampak mengonfirmasi bahwa alasan utama yang sering disampaikan adalah adanya penataan organisasi melalui merger. Namun, alasan ini dinilai ganjil oleh para ASN. Mereka mempertanyakan mengapa hak-hak struktural mereka terpangkas padahal masih banyak posisi jabatan kosong yang belum terisi di lingkup Pemkot Palopo.

Baca juga  Logo "Kota Idaman", Simbol Pertumbuhan dan Harmoni Masa Depan

​Ketidakpastian ini tidak hanya berdampak pada finansial (penurunan tunjangan jabatan), tetapi juga menciptakan rasa takut akan “penindasan” kekuasaan yang lebih jauh. Sebagian ASN senior memilih untuk bersabar, namun mereka mengkhawatirkan reaksi dari generasi muda ASN yang lebih kritis terhadap ketidakadilan birokrasi ini.

​Desakan Transparansi BKPSDM

​Estimasi jumlah ASN yang mengalami nasib serupa diperkirakan mencapai ratusan orang. Hingga berita ini diturunkan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palopo disebut sebagai pihak yang paling mengetahui data pasti mengenai mutasi dan penyesuaian gaji tersebut.

​Para ASN yang merasa dirugikan mulai menyuarakan perlunya aduan kolektif kepada pihak kompeten, seperti Ombudsman atau Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), guna mendapatkan kepastian hukum terkait status kepegawaian mereka.

Baca juga  Ribuan Warga Palopo Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat Anti Mager Berhadiah

​Hingga saat ini, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak Pemerintah Kota Palopo terkait sinkronisasi data BKN dengan kebijakan penggajian di daerah yang dianggap kontradiktif tersebut.

​Poin-poin untuk Pendalaman Liputan Anda:

​Investigasi Data: Anda mungkin bisa menanyakan kepada jejaring Anda di BKPSDM mengenai selisih jumlah antara data di SAPK BKN dengan SK yang dikeluarkan Walikota.

​Dampak Anggaran: Jika di sistem pusat mereka masih pejabat namun digaji staf, perlu ditelusuri ke mana alokasi anggaran tunjangan jabatan yang seharusnya mereka terima sesuai sistem.

​Langkah Hukum: Apakah sudah ada perwakilan dari “ratusan ASN” ini yang secara resmi berkonsultasi dengan Ombudsman RI perwakilan Sulawesi Selatan?

Share :

Baca Juga

Kota Palopo

FKJ Janji Akan Bayarkan Insentif RT-RW dan LPMK yang Tertunggak

Kota Palopo

Gugatan Sengketa Tanah RS Pepakulia Ditolak Pengadilan, Penggugat Dihukum Bayar Biaya Perkara Rp. 9.808.000,00

Kota Palopo

Kunjungi SMAN 5 Palopo, Pj Gubernur Sulsel Berikan Bantuan
Hari Terakhir Sebagai Wali Kota Palopo, Asrul Sani Minta ASN Menjaga Netralitas

Kota Palopo

Hari Terakhir Sebagai Wali Kota Palopo, Asrul Sani Minta ASN Menjaga Netralitas

Kota Palopo

Gaungkan Adat Budaya Tana Luwu di Tiktok, Abidin Arief Banyak Diapresiasi

Kota Palopo

Dirgahayu Kota Palopo Ke-22

Kota Palopo

Palopo Terbaik Kedua Nasional, Wakil Ketua DPRD Pertanyakan Indikator Pengendalian Inflasi Kemendagri

Kota Palopo

DPMPTSP Palopo Gelar Bimtek Perizinan Berusaha dan Pengawasan Berbasis Risiko