Home / Uncategorized

Kamis, 23 Oktober 2025 - 08:00 WIB

Saat Ular dan Biawak “Mengungsi” ke Rumah Warga

​PALOPO — Masa transisi dari kemarau ke musim hujan membawa tantangan tersendiri bagi warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Bukan hanya banjir, kini warga dihadapkan pada “tamu tak diundang”: ular dan biawak yang semakin marak muncul di permukiman.
Perubahan cuaca ekstrem diduga menjadi pemicu utama fenomena yang mengkhawatirkan ini.
​Sejak akhir Oktober, laporan masuknya satwa liar ke rumah penduduk meningkat signifikan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palopo kini tak hanya sibuk dengan penanganan api, tetapi juga evakuasi reptil.
​Kepala Dinas Damkar Palopo, Rachmad, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, pihaknya telah mengevakuasi sedikitnya 45 ekor ular dan biawak dari berbagai kelurahan, termasuk kawasan padat seperti Surutanga, Amassangan, Lagaligo, dan Pontap.
Salah satu kejadian terbaru adalah penangkapan seekor biawak berukuran besar di Jalan Andi Kambo.
​Penyebab: Mencari Tempat Berlindung dan Mangsa
​Rachmad menjelaskan bahwa fenomena ini berkaitan erat dengan perubahan cuaca. Ketidakstabilan suhu dan peningkatan curah hujan memaksa hewan-hewan liar ini keluar dari sarangnya yang basah dan dingin.
​”Biawak dan ular biasanya keluar untuk mencari makan atau tempat yang lebih hangat. Perubahan cuaca seperti sekarang ini membuat mereka berpindah ke lokasi-lokasi baru, termasuk ke permukiman warga,” ujar Rachmad, Rabu .
​Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberadaan ular seringkali dipicu oleh mangsa utamanya, yaitu tikus. Lingkungan rumah yang kotor, banyak tumpukan barang, atau sisa makanan yang mengundang tikus, secara otomatis akan menarik ular untuk datang berburu.
​”Biasanya ular itu tidak langsung menyerang manusia. Mereka datang karena mencari tikus. Jadi kalau lingkungan kita bersih, kemungkinan besar ular tidak akan datang,” tegasnya.
​Perubahan Ekosistem dan Langkah Pencegahan
​Rachmad menambahkan bahwa maraknya kemunculan satwa liar ini juga merupakan dampak dari perubahan ekosistem, di mana berkurangnya hutan dan lahan terbuka membuat hewan mencari habitat baru yang lebih aman dan memiliki sumber makanan.
​Untuk menekan risiko, Dinas Damkar Palopo mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, fokus pada kebersihan lingkungan:
​Rutin Membersihkan Lingkungan: Bersihkan halaman, pekarangan, dan saluran air (drainase) dari sampah dan tumpukan barang yang bisa menjadi tempat persembunyian ular dan biawak.
​Tutup Celah Masuk: Perhatikan celah-celah pada dinding, ventilasi, atau bawah pintu yang berpotensi menjadi jalur masuk hewan.
​Jangan Tangkap Sendiri: Jika menemukan ular atau biawak, warga diminta tidak mencoba menangkapnya sendiri karena berisiko tinggi.
Segera laporkan ke petugas Damkar terdekat.
​Dengan meningkatnya intensitas hujan, kewaspadaan masyarakat dinilai sangat penting. Damkar Palopo sendiri telah menyiagakan petugas di setiap wilayah untuk merespons cepat setiap laporan, memastikan keselamatan warga dari ancaman satwa liar yang mulai “mengungsi” ke pemukiman.(***/kompas)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Wabup Morowali Iriane Iliyas Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-80

Uncategorized

Program Pemkab Morowali Jemput Sakit Pulang Sehat Sabet Penghargaan Kompas TV

Uncategorized

Memperingati Hari Bakti Ke-21 PERUMDA TM Palopo
Budi Sada Dukung FKJ NUR

Uncategorized

Budi Sada Dukung FKJ NUR
Kapolres Morowali Lepas 74 Pemudik Gratis Tahun 2024

Uncategorized

Kapolres Morowali Lepas 74 Pemudik Gratis Tahun 2024
Informasi Gangguan Layanan Distribusi Air

Uncategorized

Informasi Gangguan Layanan Distribusi Air

Uncategorized

Cahaya dari Timur: Ketika Lilin Menjadi Suara Rakyat Luwu Timur

Uncategorized

Luwu Raya di Persimpangan Jalan: Sandera Oligarki atau Terbentur Moratorium Pusat?