Home / News

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:09 WIB

Seleksi Direksi PAM TM Palopo Dibuka: Muncul Isu “Kejar Tayang” 5.000 Pelanggan Baru Demi Kursi Gemuk

​PALOPO — Pemerintah Kota Palopo resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran seleksi calon Direksi Perumda Air Minum (PERUMDA) Tirta Mangkaluku (TM) untuk periode 2026-2031. Berdasarkan pengumuman resmi Nomor: 002/PANSEL/III/2026, pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 1 April hingga 15 April 2026.

​Namun, di balik proses seleksi ini, muncul sorotan tajam mengenai upaya “kejar tayang” untuk mempertahankan struktur tiga kursi direksi (satu Direktur Utama dan dua Direktur). Langkah ini dinilai kontroversial karena diduga kuat berbenturan dengan regulasi terbaru yang mengatur jumlah direksi berdasarkan rasio jumlah pelanggan.
​Siasat Angka 50 Ribu Plus Satu

​Informasi yang dihimpun Kanal Akhmad Baso, saat ini jumlah pelanggan PAM TM berada di kisaran 46.000. Merujuk pada aturan yang berlaku, jika jumlah pelanggan masih di bawah 50.000, maka struktur direksi idealnya hanya diisi oleh satu orang.

Baca juga  RPJMD Sulawesi Tengah 2025-2030 Resmi Disahkan, Kompas Pembangunan Kesejahteraan Rakyat

​Untuk tetap mengakomodir formasi tiga direktur, PAM TM wajib memiliki minimal 50.001 pelanggan. Artinya, terdapat kekurangan sekitar 5.000 pelanggan yang harus dipenuhi dalam waktu sangat singkat—setidaknya sebelum pelantikan direksi baru dilakukan.

​Risiko “Membagi Kemiskinan” Air
​Meski tercatat ada sekitar 7.000 daftar tunggu (waiting list) calon pelanggan baru, persoalan utamanya bukan pada minat warga, melainkan pada kapasitas teknis produksi.

​Saat ini saja, dengan 46.000 pelanggan, distribusi air di beberapa wilayah Kota Palopo sudah sering “ketar-ketir” dan dikeluhkan. Memaksakan tambahan 5.000 pelanggan baru tanpa dibarengi peningkatan infrastruktur dan penambahan debit air, dikhawatirkan hanya akan menurunkan kualitas layanan bagi pelanggan lama.

​”Kondisi saat ini saja distribusi sudah sering macet. Bagaimana jika ditambah 5.000 pelanggan lagi tanpa ada tambahan infrastruktur memadai? Ini berisiko menciptakan krisis air baru hanya demi memenuhi syarat administratif jabatan,” ungkap seorang sumber teknis kepada media ini.

Baca juga  Datu Luwu Sampaikan Pesan Haru: "Semoga Provinsi Luwu Raya Terwujud Sebelum Aku Wafat"

​Jabatan vs Pelayanan Publik
​Publik kini mempertanyakan moralitas di balik kebijakan ini. Apakah penambahan ribuan sambungan baru tersebut murni untuk perluasan akses air bersih, ataukah sekadar

“siasat” agar struktur direksi tetap gemuk demi kepentingan jabatan tertentu?

​Jika benar aspek teknis dan kenyamanan pelanggan lama dikorbankan demi mengejar angka formalitas 50.001 pelanggan, maka kredibilitas Pansel dan Pemerintah Kota Palopo patut dipertanyakan. Jangan sampai beban gaji tiga direktur yang besar justru dibayar oleh warga dengan tetesan air yang semakin sulit mengalir ke rumah-rumah. (aBa)

Share :

Baca Juga

Budi Sada Dukung FKJ NUR

News

Farid Kasim Judas – Nurhaeni (FKJ-Nur) Mencatatkan Elektabilitas Tertinggi
Independensi Pers di Tengah Pusaran Kemitraan Tambang Luwu, Masihkah Menjadi ‘Watchdog’?

News

Independensi Pers di Tengah Pusaran Kemitraan Tambang Luwu, Masihkah Menjadi ‘Watchdog’?

News

Selamat Atas Pelantikan Pj. Sekda Kota Palopo

News

Nama Dicatut dalam Proyek 26 Ambulans Luwu Timur, Armin Jafar: Tanda Tangan Saya Dipalsukan!

News

FKJ-Nur Menang, Insentif RT-RW Langsung Cair
Personil Satpol-PP Palopo Tryout Tes CPNS dan PPPK

News

Personil Satpol-PP Palopo Tryout Tes CPNS dan PPPK
Waris Halid, Anggota DPD RI,  Uji disertasi pada Program Pascasarjana UNM Makassar

News

Waris Halid, Anggota DPD RI,  Uji disertasi pada Program Pascasarjana UNM Makassar

News

Sosialisasi Penyusunan PP dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Kota Palopo 2024