MAKASSAR – Tim SAR Gabungan secara resmi mengakhiri operasi pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) pada Sabtu (24/1/2026).Seluruh korban, yang berjumlah 10 orang, telah berhasil ditemukan dan dievakuasi dari lereng terjal Gunung Bulusaraung,
Sulawesi Selatan.Setelah tiga hari operasi yang menantang karena medan hutan hujan yang lebat dan cuaca yang tidak menentu, tim evakuasi berhasil mengangkat kantong jenazah terakhir dari lokasi jatuhnya pesawat.
Data Korban: Sebanyak 10 orang (7 kru dan 3 penumpang) dipastikan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Identifikasi: Seluruh jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara Makassar. Hingga saat ini, tim DVI Polri telah berhasil mengidentifikasi identitas pramugari Florencia Lolita Wibisono, Esther Aprilita, serta satu penumpang atas nama Deden Maulana.
Kondisi Pesawat: Pesawat ditemukan dalam kondisi hancur akibat benturan keras (impact) pada dinding pegunungan.
Fokus Beralih ke Investigasi KNKT
Dengan ditemukannya seluruh korban, prioritas kini bergeser pada pengungkapan penyebab kecelakaan. Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengonfirmasi bahwa kotak hitam (Black Box) berupa Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) telah diamankan.
”Operasi pencarian fisik telah berakhir. Sekarang fokus kami adalah mendukung KNKT dalam mengunduh data dari kotak hitam guna mengetahui mengapa pesawat ini kehilangan ketinggian secara mendadak sebelum menabrak tebing,” ujar perwakilan Basarnas di Posko Taktis.
Ucapan Belasungkawa
Pihak Indonesia Air Transport (IAT) menyatakan duka cita yang mendalam dan berkomitmen untuk mengurus seluruh hak santunan bagi keluarga korban serta memfasilitasi proses pemulangan jenazah ke daerah asal masing-masing segera setelah proses identifikasi selesai.(***)










