JAKARTA — Sebuah perusahaan rintisan (startup) asal Jakarta, GreenTech Indonesia, resmi meluncurkan aplikasi seluler baru bernama “EcoTrack” pada Kamis (4/6/2026). Aplikasi ini memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk merevolusi cara masyarakat perkotaan mengelola dan mendaur ulang sampah rumah tangga.
Bagaimana Cara Kerjanya?
EcoTrack dirancang untuk mempermudah memilah sampah langsung dari sumbernya. Pengguna hanya perlu memotret sampah mereka menggunakan kamera ponsel. Dalam hitungan detik, AI dalam aplikasi akan:
Mengidentifikasi jenis sampah (organik, anorganik, plastik, atau limbah elektronik).
Memberikan panduan cara memilah atau membersihkannya sebelum dibuang.
Menghubungkan pengguna dengan bank sampah atau kurir penjemputan terdekat.
Sebagai insentif, setiap sampah yang berhasil disalurkan ke tempat pendauran ulang resmi akan dikonversi menjadi poin digital. Poin tersebut nantinya dapat ditukarkan dengan voucher belanja atau saldo dompet digital.
Menjawab Krisis Sampah Perkotaan
CEO GreenTech Indonesia, Budi Santoso, menjelaskan bahwa aplikasi ini diciptakan sebagai respons terhadap semakin kritisnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kota-kota besar.
”Masalah utama kita bukan sekadar membuang sampah, tapi ketidaktahuan cara memilahnya. Dengan AI, kami ingin mengedukasi sekaligus memberi imbalan langsung kepada masyarakat yang peduli lingkungan,” ujar Budi dalam acara peluncuran di Jakarta Pusat.
Sambutan Masyarakat
Pada hari pertama peluncurannya, EcoTrack telah mengantongi lebih dari 10.000 unduhan di Google Play Store dan App Store. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyambut baik inovasi ini dan berencana mengintegrasikan EcoTrack dengan program kebersihan dinas lingkungan hidup setempat pada akhir tahun ini.
Aplikasi EcoTrack saat ini sudah bisa diunduh secara gratis dan baru tersedia untuk wilayah Jabodetabek, sebelum nantinya direncanakan berekspansi ke kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Bandung, dan Medan.










