Home / Uncategorized

Selasa, 14 Oktober 2025 - 15:04 WIB

STIKES KAMI: Antara Prestasi dan Tanda Tanya Kepemilikan

PAMORNEWS — SAAT ​ini, institusi pendidikan tersebut berdiri kokoh dengan nama barunya, STIKES KAMI. Pihak yayasan terus memajukan institusi dengan membuka program studi baru. Di satu sisi, ini adalah prestasi dalam dunia pendidikan.
Namun, di sisi lain, hal ini menambah kerumitan.
​Pertanyaan mendasar tetap menghantui: Apakah lokasi kampus STIKES KAMI di Jalan KH Muhammad Razak kini resmi berstatus aset Pemkot Palopo yang dipinjam pakaikan, atau masih dikuasai penuh oleh yayasan tanpa kejelasan status pengalihan? Dan mengapa proses “pencaplokan” aset oleh pihak yayasan ini seolah-olah dibiarkan terjadi tanpa adanya tindakan hukum tegas dari Pemkot Palopo?
Polemik aset Akper Sawerigading yang bertransformasi menjadi STIKES KAMI adalah cermin dari masalah penataan aset daerah pasca pemekaran yang kerap terjadi di Indonesia.
Di Palopo, ia menjadi monumen bisu yang menunjukkan bahwa penyelesaian hukum dan administrasi negara seringkali terbentur oleh kepentingan politik dan penguasaan fisik di lapangan.
Publik kini menanti, kapan palu pengadilan atau keputusan politik akan benar-benar menuntaskan sengketa aset di jantung “Kota Idaman” ini.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Tangan Dingin di Balik Anggaran: Menelisik Denting Harapan Palopo pada Indeks Keuangan Daerah

Uncategorized

Budi Sada Ditunjuk Sebagai Ketua Tim Pemenangan FKJ NUR Pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Palopo 2024

Uncategorized

Wabup Iriane Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025

Uncategorized

Warga Boting Full Pilih FKJNUR

Uncategorized

Libur Lebaran 1447 H: Bupati Luwu Utara Instruksikan Pengelola Wisata “Manjakan” Pengunjung dengan Rasa Aman

Uncategorized

Pemkab Morowali Jamu Makan Siang Pangdam XXIII/Palaka Wira

Uncategorized

Misteri di Jalan KH Razak: Siapa Pemilik Sejati Gedung STIKES KAMI Palopo?

Uncategorized

Bupati Morowali Iksan: “HUT KE-26 Ini Bukan Sekadar Seremoni, tapi Bentuk Nyata Cinta untuk Daerah”