PALOPO, Pamornews — Kontroversi rencana pembukaan kembali Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan Labombo, Kota Palopo, memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Perwakilan warga, tokoh masyarakat, dan tokoh agama mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palopo untuk menyampaikan penolakan mereka. Mereka menegaskan bahwa sejak THM ditutup, kondisi keamanan dan ketertiban di kota ini jauh lebih baik.
Petisi Ribuan Tanda Tangan sebagai Bukti Penolakan
Sebagai bentuk dukungan nyata, masyarakat membawa petisi penolakan yang telah ditandatangani oleh ribuan orang. Petisi ini diserahkan kepada Pemkot Palopo, Polres, dan DPRD, dengan harapan tidak ada izin yang diberikan untuk THM di Labombo. Warga khawatir jika THM kembali beroperasi, ketenangan dan kenyamanan yang sudah mereka rasakan akan terganggu, bahkan berpotensi meningkatkan kriminalitas.
Sekadar mengingatkan,
Walikota Palopo sebelumnya, menunjukkan sikap yang tegas dan bersikukuh tidak memberikan izin bagi THM di Labombo. Sebuah sikap yang sejalan dengan aspirasi masyarakat. Hal ini menunjukkan kesamaan visi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga dalam menjaga Palopo sebagai kota yang aman dan nyaman.
Meski demikian, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Walikota Palopo yang baru , Hj. Naila Trisal, terkait kontroversi ini. Masyarakat Palopo kini menantikan sikap Walikota saat ini untuk mendapatkan kepastian.(***)










