Home / Uncategorized

Selasa, 27 Januari 2026 - 05:24 WIB

Wija To Luwu Temui Wamendagri, Desak Percepatan Pembentukan Provinsi Luwu Raya

​JAKARTA – Aspirasi pembentukan daerah otonomi baru bergulir di tingkat pusat. Sejumlah legislator se Tana Luwu diantaranya Ketua DPRD Luwu Utara , anggota dprd Luwu serta sejumlah tokoh masyarakat yang menamakan diri “Wija To Luwu” melakukan pertemuan resmi dengan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, guna menyampaikan keinginan masyarakat terkait pembentukan Provinsi Luwu Raya.

​Dalam pertemuan tersebut, perwakilan masyarakat Luwu menyampaikan bahwa pemekaran wilayah dari Provinsi Sulawesi Selatan sudah menjadi kebutuhan mendesak.

Hal ini didasari oleh luasnya wilayah geografis serta potensi sumber daya alam yang melimpah, yang dinilai akan lebih optimal jika dikelola di bawah naungan provinsi sendiri.

Baca juga  Tokoh Masyarakat Sesalkan Sikap Gubernur Sulsel Terkait Aspirasi Provinsi Luwu Raya

Poin Utama Aspirasi
​Ada beberapa alasan krusial yang melatarbelakangi tuntutan pemekaran ini:
​Pendekatan Pelayanan Publik: Mengingat jarak yang cukup jauh antara wilayah Luwu Raya dengan ibu kota Makassar, pemekaran dianggap sebagai solusi untuk mempercepat birokrasi dan pelayanan masyarakat.

Kemandirian Ekonomi: Dengan kekayaan di sektor pertambangan, perkebunan, dan kelautan, Luwu Raya dinilai telah memenuhi syarat ekonomi untuk mandiri.

​Marwah Sejarah: Secara historis, Luwu memiliki akar sejarah yang kuat sebagai salah satu pusat peradaban tertua di Sulawesi yang layak mendapatkan status provinsi.

Baca juga  SEKDA YUSMAN MAHBUB SAMPAIKAN INSTRUKSI BUPATI MOROWALI IKSAN B ABD RAUF : GAJI HONORER HARUS DIBAYARKAN SEBELUM BULAN PUASA

Respon Kemendagri
​Menanggapi hal tersebut, Wamendagri Bima Arya menyambut baik kedatangan delegasi Wija To Luwu.

Meskipun kebijakan moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) secara nasional masih berlaku, pemerintah tetap menampung aspirasi strategis dari daerah sebagai bahan pertimbangan dan kajian di tingkat nasional.

Pertemuan ini menjadi sinyal positif bagi para pejuang pembentukan Provinsi Luwu Raya. Masyarakat berharap pemerintah pusat segera mengevaluasi moratorium tersebut demi percepatan pembangunan di wilayah Sulawesi Selatan. (***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Jejak Api di Menara Scrubber Morowali: Tiga Pekerja Terluka dan Sorotan Keselamatan Kerja

Uncategorized

Genjot PAD di Tengah Pemangkasan Dana Pusat: DPRD Palopo Soroti Realisasi Pendapatan Triwulan Akhir

Uncategorized

Gubernur Sulawesi Tengah Resmikan Infrastruktur Ketenagalistrikan Perdana di Morowali, Kado Manis HUT ke-80 RI

Uncategorized

Kunjungan Wadirut Bulog di Luwu Utara: Sinyal Kuat Pembangunan Sentra Pangan Modern di Mappedeceng

Uncategorized

Nakhoda Baru di Mapolda Kaltim: Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo Resmi Jabat Wakapolda

Uncategorized

Waris Halid, Peraih Suara Terbanyak di Sulsel Resmi Jadi Senator DPD RI

Uncategorized

Sisi Lain Sang Pemimpin: Olahraga Sore dan Kehangatan di Lapangan Taman Siswa

Uncategorized

Jaga Kamtibmas Selama Ramadhan, Sat Samapta Polres Morowali Intensifkan Patroli Malam Hingga Menjelang Sahur