Home / Uncategorized

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:11 WIB

Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf Hadiri Peresmian Autoclave HPAL Terbesar di Dunia, Perkuat Komitmen Industri Nikel Hijau 

Morowali – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf menghadiri peresmian penempatan peralatan utama proyek PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) berupa Autoclave High Presure Acit Leach (HPAL) atau reaktor bertekanan tinggi yang digunakan dalam proses pelindian pada kondisi temperature tinggi untuk melarutkan kandungan nikel berbasis hidrometaluri generasi terbaru dan berkapasitas terbesar di dunia di Kawasan International Green Industrial Park (IGIP), Desa Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan mengusung tema “Mewujudkan Nikel Hijau, Menggerakkan Energi Baru” sebagai wujud kolaborasi strategis antara Korea Selatan, Tiongkok, dan Indonesia dalam membangun kawasan industri nikel nol karbon berkelas dunia.

Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Morowali terhadap investasi yang berorientasi pada pembangunan industri hijau. Menurutnya, perkembangan industri di Morowali saat ini menunjukkan arah yang semakin baik dengan penerapan teknologi yang memperhatikan aspek lingkungan dan pengurangan emisi, sehingga sejalan dengan komitmen pembangunan berkelanjutan.

Baca juga  Kisah Sukses UMKM Sorowako Binaan PT Vale di Panggung Sulsel

“Pada prinsipnya kami di daerah sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kita sudah melihat bahwa industri-industri di Kabupaten Morowali kini benar-benar mengarah pada pengelolaan lingkungan yang baik, minim emisi, dan berkonsep hijau. Bagi Pemerintah Kabupaten Morowali, hadirnya industri merupakan salah satu bentuk kemajuan daerah yang harus terus didukung selama memberikan manfaat bagi masyarakat dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Bupati Iksan.

Diketahui, Proyek BNSI menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri hilirisasi nasional. Perusahaan tersebut tercatat sebagai proyek investasi aktual terbesar Korea Selatan di Indonesia pada tahun 2026 dengan nilai investasi lebih dari USD 1 miliar, yang mencerminkan tingginya kepercayaan investor Korea Selatan terhadap iklim investasi di Indonesia. Penempatan autoclave HPAL tersebut sekaligus menjadi simbol kemajuan teknologi pengolahan nikel yang mengedepankan efisiensi serta prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan.

Baca juga  Luwu Utara Ajukan Dokumen Pengembangan Kawasan Perdesaan ke Kemendes PDT: Dinilai Paling Lengkap

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia H.E. Rosan Perkasa Roeslani, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido, Dandim 1311/Morowali Letkol Inf. Baja Sirait, Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, S.I.K., sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Morowali, para investor, serta tamu undangan lainnya.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan komitmen bersama dalam mendorong investasi berkelanjutan, memperkuat hilirisasi industri nikel, serta menjadikan Morowali sebagai pusat industri hijau berdaya saing global.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Zulkifli Resmi Dilantik Menjadi Pj Sekda Kota Palopo Besok

Uncategorized

Wakil Bupati Morowali Resmi Lepas Kafilah STQH ke STQH XXVIII Tingkat Provinsi di Poso

Uncategorized

Massa Tumbangkan Pohon, Jalur Trans-Sulawesi di Walmas Lumpuh Total

Uncategorized

Iksan Baharudin Soal Narasi Pertarungan di Pilkada Morowali 2024
Penanaman Pohon Serentak Hari Bumi 'Kekuatan Kita, Planet Kita'

Kota Palopo

Penanaman Pohon Serentak Hari Bumi ‘Kekuatan Kita, Planet Kita’

Uncategorized

Bupati Andi Rahim Saksikan MoU Baja untuk Dukungan Program MBG dan Koperasi Desa

Uncategorized

Jangan Sampai Sekadar Ganti Status, Sejahtera Harus Jadi Fokus Utama

Uncategorized

Bupati Iksan Dorong Percepatan Transformasi Pelayanan Kesehatan di RSUD Morowali