Home / Uncategorized

Senin, 13 Oktober 2025 - 16:39 WIB

Jejak Api di Menara Scrubber Morowali: Tiga Pekerja Terluka dan Sorotan Keselamatan Kerja

MOROWALI, PAMORNEWS – Hari Minggu kemarin, 12 Oktober 2025, menjadi hari yang mencekam di kawasan industri nikel raksasa, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah.

​Kobaran api melalap salah satu menara scrubber milik PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC), meninggalkan jejak kerusakan dan melukai setidaknya tiga pekerja.

​Insiden yang terjadi sekitar pukul 08.30 WITA (Waktu Indonesia Tengah) ini langsung memicu kepanikan, khususnya setelah video kebakaran beredar cepat di media sosial. Video tersebut memperlihatkan api yang membubung tinggi dari fasilitas vital pembuangan gas asam tersebut, disertai kepulan asap hitam pekat.

​Detik-detik Mencekam dan Dugaan Pemicu Api

​Menara scrubber—yang berfungsi menyaring gas asam dari proses produksi pabrik—adalah lokasi kejadian. Dalam video yang beredar, dua pekerja bahkan sempat terlihat terjebak di ketinggian menara, mencoba menyelamatkan diri di antara kobaran api dan asap teas.

Keduanya, bersama satu pekerja lain, berhasil dievakuasi dan dilarikan ke klinik.

Baca juga  Pemprov Sulsel Bantah Isu Ketimpangan Pembangunan di Luwu Raya, Beberkan Sejumlah Proyek Strategis

​Media Relations Head PT IMIP, Dedy Kurniawan, segera memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, tiga orang karyawan dilaporkan mengalami luka bakar ringan. Dua dari tiga korban tersebut diketahui merupakan pekerja asing (TKA).

​Investigasi awal menunjuk pada penyebab yang sama seperti insiden-insiden industri sebelumnya: percikan api dari aktivitas pengelasan.

Percikan las ini diduga kuat mengenai tangki fiberglass yang berada di bawahnya atau menyambar terpal pelindung, yang kemudian memicu api membesar dengan cepat. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 11.00 WITA.

​Penyelidikan dan Sorotan K3

​Pihak berwajib, dalam hal ini Polres Morowali, langsung bergerak cepat melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian, yang merupakan bagian dari proyek konstruksi PT SLNC. Garis polisi telah dipasang untuk mengamankan area penyelidikan.

​Tak hanya kepolisian, Tim Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Binwasnaker) Provinsi Sulawesi Tengah juga turun ke lokasi untuk melakukan investigasi mendalam.

Baca juga  Transfusi Kebaikan, IMIP Gelar Donor Darah Meriahkan HUT RI

Pihak manajemen PT IMIP menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang untuk mengetahui secara pasti akar penyebab insiden tersebut.

​Kebakaran menara scrubber ini kembali menyalakan sorotan tajam terhadap isu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kawasan industri nikel Morowali. Serangkaian insiden kerja yang berulang, termasuk ledakan tungku smelter di kawasan yang sama beberapa waktu lalu, menjadi catatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengevaluasi dan memperketat standar operasional prosedur (SOP) dan pengawasan K3 demi menjamin keselamatan para pekerja.

​Kapolres Morowali, AKBP Zulkarnain, berharap insiden ini dapat menjadi pelajaran penting bagi seluruh pekerja agar lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas di area industri. Proses investigasi masih berlangsung hingga saat ini.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Sisi Lain Pengambilan Angle Berita: Ringan, tetapi Bernilai

Uncategorized

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf Serahkan SK PPPK Paruh Waktu

Uncategorized

Morowali Menjadi Pusat Perayaan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional Sulawesi Tengah 2025

Uncategorized

Kinerja Teruji, Kasrum Masih Dipercaya Duduki Kursi Kadis Dukcapil Luwu Utara

Uncategorized

Media Gathering Imigrasi Morowali Dorong Optimalisasi Pelaporan Orang Asing (APOA)

Uncategorized

Makassar Bersiap Sambut Era Baru Konektivitas: Walikota Palopo Hadiri Peluncuran Sea Plane

Uncategorized

Bupati Iksan dan Wabup Iriane Iliyas Halal Bihalal di Kecamatan Wita Ponda

Uncategorized

Walikota Tak Boleh Tunda Gaji Nakes, Guru, dan Petugas Kebersihan