Home / Uncategorized

Minggu, 7 Desember 2025 - 08:16 WIB

Luwu Utara Gerak Cepat Usulkan 37 Jembatan Gantung Rusak Menyambut Instruksi Presiden

LUWU UTARA ​ – Peringatan keras dari pusat mengenai keselamatan anak-anak sekolah yang terancam akibat jembatan yang rusak di daerah terpencil, langsung disambut sigap oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Lutra).
Sebanyak 37 usulan pembangunan jembatan gantung telah diajukan kepada Pemerintah Pusat, menandai komitmen daerah untuk merespons cepat instruksi Presiden Prabowo Subianto.
​Jembatan gantung, yang seringkali menjadi satu-satunya akses penghubung di wilayah pedalaman Luwu Utara, kini menjadi prioritas utama.
Rusaknya infrastruktur vital ini tidak hanya menghambat roda perekonomian masyarakat, tetapi yang paling krusial, membahayakan keselamatan ribuan siswa yang setiap hari harus menyeberang untuk mencapai sekolah.
“Pengusulan ini guna menyambut Perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan perbaikan atas jembatan gantung terutama yang menjadi akses bagi anak-anak sekolah di wilayah terpencil,” ujar Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim.
Akses Pendidikan dan Ekonomi yang Terancam
​Bagi sebagian besar daerah terpencil di Lutra, jembatan gantung bukan sekadar fasilitas, melainkan urat nadi kehidupan. Ketika jembatan rusak atau bahkan roboh, dampaknya sangat besar:
​Kendala Pendidikan: Anak-anak sekolah terpaksa mengambil risiko melintasi sungai yang deras, atau harus menempuh jarak yang jauh memutar, yang seringkali berujung pada menurunnya kehadiran dan kualitas belajar.
​Lumpuhnya Ekonomi Lokal: Akses distribusi hasil pertanian dan perkebunan terputus. Masyarakat kesulitan membawa komoditas mereka ke pasar, yang secara langsung menekan pendapatan ekonomi rumah tangga.
​”Atas Instruksi tersebut, maka kami perintahkan kepada dinas PU dan Pendidikan untuk melakukan assessment jembatan yang akan diusulkan. Sudah masuk usulan kita sebanyak 37 jembatan gantung yang rusak dan roboh di seluruh wilayah Luwu Utara,” tambah Mantan Ketua HIPMI Luwu Utara ini.
​Asa Anggaran dari Pusat untuk Keselamatan Rakyat
​Dengan data 37 jembatan yang telah teridentifikasi rusak dan roboh, Pemkab Luwu Utara kini menaruh harapan besar pada perhatian dan alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat.
Angka ini mencerminkan betapa mendesaknya kebutuhan rehabilitasi infrastruktur ini.
​Pembangunan kembali jembatan-jembatan ini tidak hanya akan memberikan jaminan keselamatan bagi anak-anak sekolah, tetapi juga menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi di kawasan-kawasan terisolasi.
Jembatan yang kokoh adalah investasi dalam mobilitas, kesejahteraan, dan masa depan generasi penerus.
​”Semoga mendapatkan perhatian dari pusat dan diberikan anggaran untuk membangun jembatan gantung tersebut yang memang sangat dibutuhkan untuk akses ke sekolah dan akses ekonomi masyarakat Luwu Utara,” harap Bupati Andi Rahim.
​Momentum instruksi Presiden ini menjadi pintu masuk emas bagi Luwu Utara untuk menuntaskan permasalahan infrastruktur dasar yang telah lama menghambat kemajuan di wilayah terpencilnya, demi memastikan setiap warga negara, terutama anak sekolah, dapat mengakses hak-hak dasarnya dengan aman dan layak. (***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Pemda Morowali Berlakukan Patroli Malam Hari Sasar Anak Sekolah

Uncategorized

Ahmad Hakim Resmi Dilantik Sebagai Ketua PORDI Morowali 

Uncategorized

Kepatuhan Pajak ASN Palopo Diperketat * Kendaraan wajib Plat Palopo, TPP Jadi Taruhan
Pemkot Palopo Luncurkan Pedoman Strategi KPP Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting

Uncategorized

Peringati HANI 2025, Pj Wali Kota Palopo : Narkoba Musuh Kita Semua, Mari Kita Berantas

Uncategorized

Menjangkau Keadilan di Akar Rumput:  Palopo Menjadi Model Nasional dengan 48 Pos Bantuan Hukum Desa/Kelurahan

Uncategorized

Dari Pengepul Barang Bekas ke Ketua DPRD Morowali KISAH Inspiratif Herdianto Marsuki

Uncategorized

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah

Uncategorized

Haji Bur: Adik yang Menjadi Mentor, Calon Sekda yang Berpulang