PALOPO – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPLR) ke-80, Pemerintah Kota Palopo bersama instansi terkait resmi memberlakukan rekayasa arus lalu lintas di sekitar Kawasan Istana Kedatuan Luwu.
Penyesuaian arus ini akan berlangsung selama lima hari, terhitung mulai tanggal 19 hingga 24 Januari 2026.
Pembatasan akses jalan dijadwalkan mulai pukul 07.00 hingga 24.00 WITA setiap harinya.
Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran rangkaian acara peringatan yang berpusat di Istana Kedatuan Luwu, sekaligus mengantisipasi kepadatan volume kendaraan di jantung kota.
Rute Pengalihan Arus
Bagi pengendara yang melintas dari arah Selatan menuju Utara, diarahkan untuk melalui rute Jalan Andi Djemma, kemudian belok ke Jalan H. Hasan, berlanjut ke Jalan Andi Tadda, Jalan Landau, Jalan Diponegoro, dan berakhir di Jalan Dr. Ratulangi.
Sebaliknya, arus kendaraan dari arah Utara menuju Selatan dialihkan mulai dari Jalan Dr. Ratulangi menuju Jalan Balaikota (area Lapangan Gaspa), kemudian melewati Jalan Manennungeng, dan berlanjut ke Jalan Rambutan.
Titik Penutupan Jalan
Sebanyak tujuh titik persimpangan strategis akan ditutup total bagi kendaraan umum untuk mensterilkan area kegiatan.
Titik tersebut meliputi perempatan lampu merah Kantor Telkom (depan istana), perempatan lampu merah Masjid Jami, serta perempatan Jalan Andi Tenripadang dan Jalan Yusuf Arif di bagian belakang istana.
Selain itu, penutupan juga dilakukan di perempatan Jalan Yusuf Arif yang bertemu Jalan H. Hasan, perempatan Nol Kilometer di Gedung SCC, pertigaan Kantor PMI di Jalan Samiun, serta perempatan Jalan A. Machulau yang bersilangan dengan Jalan Kartini.
Pihak penyelenggara juga telah menyiapkan sejumlah area di sekitar ruas jalan yang ditutup untuk difungsikan sebagai lokasi parkir bagi tamu undangan dan masyarakat yang ingin menghadiri acara.
Pengguna jalan diimbau untuk memperhatikan rambu-rambu petunjuk dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna menghindari kemacetan panjang.(***)










