LUWU TIMUR – Ancaman kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kini membayangi wilayah Luwu Timur.
Hal ini merupakan dampak langsung dari aksi unjuk rasa menuntut Pemekaran Luwu Raya yang memblokade akses utama jalan Trans Sulawesi.
Hal ini merupakan dampak langsung dari aksi unjuk rasa menuntut Pemekaran Luwu Raya yang memblokade akses utama jalan Trans Sulawesi.
Hingga saat ini, sebanyak 12 unit mobil tangki BBM yang membawa pasokan vital dilaporkan terjebak dan tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Luwu Timur. Barikade massa yang menutup jalan membuat distribusi energi ke SPBU-SPBU di wilayah tersebut terhenti total.
Poin Krusial di Lapangan:
Poin Krusial di Lapangan:
Pasokan Terkunci: 12 armada tangki tertahan di titik blokade, memicu kekhawatiran stok di SPBU Luwu Timur akan habis dalam hitungan jam.
Aktivitas Ekonomi Terhambat: Selain BBM, arus logistik barang pokok lainnya juga mulai terdampak akibat penutupan jalur utama ini.
Aktivitas Ekonomi Terhambat: Selain BBM, arus logistik barang pokok lainnya juga mulai terdampak akibat penutupan jalur utama ini.
Tuntutan Massa: Pengunjuk rasa menegaskan tidak akan membuka blokade sebelum ada respons nyata terkait aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya.
”Jika blokade tidak segera dibuka untuk armada energi, kami khawatir pelayanan publik dan mobilitas warga di Luwu Timur akan lumpuh total karena ketiadaan bahan bakar,” ungkap salah satu warga yang terdampak kemacetan.
Aparat keamanan saat ini tengah berupaya melakukan negosiasi darurat agar massa memberikan akses khusus bagi kendaraan pengangkut BBM dan logistik darurat lainnya demi menghindari krisis energi yang lebih luas.(***)











