LUWU – Malam takbiran di Kabupaten Luwu tahun ini dipastikan akan tampil beda. Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Luwu periode 2026-2031 tengah menyiapkan agenda kolosal bertajuk “Gema Takbir Keliling 1003 Obor”. Namun, di balik ribuan cahaya yang akan membelah kegelapan malam tersebut, tersirat pesan mendalam tentang persatuan dan kebersamaan masyarakat Bumi Sawerigading.
Laporan persiapan titik lokasi dan teknis pelaksanaan ini telah diserahkan kepada Ketua Umum PHBI Luwu sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Menyatukan Langkah dalam Satu Cahaya
Angka 1003 bukan sekadar target kuantitas.
Jumlah ini melambangkan titik-titik kumpul masyarakat dari berbagai penjuru desa dan kecamatan yang akan melebur menjadi satu barisan panjang. Setiap obor yang menyala di tangan warga adalah representasi dari semangat gotong royong yang menjadi akar budaya masyarakat Luwu.
”Ini bukan sekadar pawai atau tontonan musiman. Kami ingin 1003 obor ini menjadi simbol bahwa meski kita datang dari latar belakang dan desa yang berbeda, di malam kemenangan kita semua satu barisan, satu takbir, dan satu tujuan,” ujar salah satu pengurus PHBI dalam laporannya.
Tradisi yang Menghidupkan Identitas
Di tengah gempuran perayaan modern yang identik dengan kembang api dan konvoi kendaraan bermotor, penggunaan obor bambu dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal. Membawa obor mengharuskan peserta berjalan kaki, yang secara filosofis bermakna kerendahan hati dan kedekatan antarsesama warga saat melintasi rute yang telah ditentukan.
Persiapan Matang dan Akuntabel
Untuk memastikan simbol persatuan ini tidak berakhir dengan kekacauan, PHBI Luwu telah menyusun “Akun Tabel” yang berisi:
Pemetaan Rute: Memastikan jalur pawai aman dan tidak mengganggu akses layanan publik penting.
Koordinasi Titik Kumpul: Pembagian titik start agar massa tidak menumpuk di satu lokasi.
Standar Keamanan: Menyiapkan tim pengawas di sepanjang rute untuk menjaga keamanan api obor dan ketertiban lalu lintas.
Harapan untuk Idulfitri 1447 H
Melalui gerakan 1003 obor ini, PHBI berharap Idulfitri tahun 2026 menjadi momentum kembalinya kejayaan syiar Islam di Luwu yang sejuk, damai, dan penuh kekeluargaan. Masyarakat diajak untuk tidak hanya melihat api yang menyala, tetapi merasakan hangatnya persaudaraan yang terpancar dari setiap langkah peserta pawai.(***)










