PALOPO, Pamornews – Antusiasme masyarakat Palopo menyambut kepemimpinan baru Walikota Hj. Naili Trisal dan Wakil Walikota Akhmad Syarifuddin kini tercoreng oleh keluhan harga foto resmi yang dianggap tidak wajar.
Foto yang menjadi simbol dukungan ini, dilaporkan dijual ke sekolah-sekolah dengan harga mencapai Rp600 ribu per setnya.
Fenomena ini berawal dari tingginya permintaan untuk memasang foto resmi kedua pemimpin di instansi pelayanan publik, termasuk sekolah.
Namun, yang semula dianggap sebagai wujud dukungan positif, kini berubah menjadi keresahan.
Seorang kepala sekolah yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan keberatannya.
“Kami sangat mendukung pemimpin baru, tapi harga foto yang ditawarkan sangat memberatkan.
Ini bukan cuma satu sekolah, tapi banyak yang mengeluh,” ujarnya.
Harga yang fantastis ini menimbulkan kecurigaan akan adanya praktik pungutan liar (pungli) berkedok dukungan. Pasalnya, tidak ada regulasi resmi yang mengatur harga jual foto tersebut, membuka celah bagi oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk mengambil untung besar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Palopo terkait masalah harga foto yang memicu polemik di kalangan pendidikan ini.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan untuk menetapkan standar harga atau regulasi yang jelas agar tidak ada lagi pihak yang merasa dirugikan. (***)










