Home / Uncategorized

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:05 WIB

Hasil Konsultasi Direksi PDAM Tirta Mangkaluku “Tertahan” di Pemprov Sulsel, Publik Pertanyakan Transparansi

PALOPO – Polemik pengisian jabatan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mangkaluku (TM) Kota Palopo kembali memanas. Pasalnya, surat hasil konsultasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dikabarkan telah terbit sejak 10 Juni 2026, hingga kini belum diserahkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada Wali Kota Palopo selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).

​Surat tersebut memuat persetujuan Kemendagri terhadap Steven Hamdani, nama yang sebelumnya diusulkan oleh Wali Kota Palopo untuk mengisi posisi direktur tersebut. Namun, belum diserahkannya dokumen ini ke tingkat kota memicu spekulasi liar di masyarakat terkait adanya hambatan birokrasi maupun tarik-menarik kepentingan di tingkat provinsi.

​Sorotan Terhadap Peran Tim Seleksi

Baca juga  Nyala Api di Poros Bua: Janji Pemberdayaan Lokal Smelter Nikel yang Berujung Kekecewaan

​Keterlambatan ini semakin disorot karena Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan diketahui juga menjabat sebagai Ketua Tim Seleksi Direksi PDAM Tirta Mangkaluku. Publik mengaitkan hal ini dengan proses seleksi sebelumnya, di mana Steven Hamdani menempati urutan keempat dengan status “dipertimbangkan” dari lima peserta yang lolos, sementara hasil akhir seleksi sebenarnya merekomendasikan dua peserta lain sebagai sosok yang paling layak.

​Desakan Transparansi

​Pemerhati kebijakan publik dan konsultan media, Achyar Amir, mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera menyerahkan hasil konsultasi tersebut guna menghindari spekulasi negatif.

​”Jika benar hasil konsultasi Kemendagri telah keluar sejak 10 Juni 2026, maka tidak ada alasan administrasi untuk menunda penyampaiannya kepada Wali Kota sebagai Kuasa Pemilik Modal,” tegas Achyar.

Baca juga  Satu Tahun Pemerintahan AMAN JI, Pemuda Salassa Gelar Refleksi Kritis untuk Luwu Utara

​Ia menambahkan bahwa keterlambatan ini berpotensi menimbulkan persepsi adanya kepentingan di luar mekanisme yang berlaku.

Menurutnya, setelah hasil konsultasi diterbitkan, tahapan berikutnya harus segera dijalankan demi kepastian hukum.

​”Jangan sampai muncul kesan bahwa keputusan yang sudah memperoleh persetujuan Kemendagri justru tertahan di tingkat provinsi. Yang paling penting saat ini adalah transparansi,” imbuhnya.

​Achyar juga menekankan bahwa ketidakpastian kepemimpinan di PDAM TM dapat mengganggu pelayanan air bersih kepada masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengenai alasan tertahannya dokumen tersebut.(Red).

 

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Polwan Polres Morowali Gelar Pengaturan dan Patroli memperingati Hari Jadi ke-76 Polwan

Uncategorized

Kapolres Morowali Gelar Silaturahmi Idul Fitri 1446 H di Kediaman Bupati

Uncategorized

Pemkab Morowali Sambut Hangat Pemkot Palu dalam Welcome Dinner

Uncategorized

Inovasi Slag Nikel Jadi Bata Berkualitas Tinggi

Uncategorized

Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas Kunjungi Inspektorat, Evaluasi Pengawasan Pengelolaan Dana Desa

Uncategorized

Perempuan Indonesia Maju Palopo Resmi Dilantik, Siap Bersinergi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Uncategorized

Haji Bur: Adik yang Menjadi Mentor, Calon Sekda yang Berpulang

Uncategorized

Inspektorat Luwu Buru Dokumen Terkait Temuan BPK Rp12,6 Miliar