JAKARTA, PAMORNEWS — Gerakan mahasiswa di Jakarta kembali memanas. Setelah sempat mereda, aksi unjuk rasa mahasiswa kembali marak dengan isu-isu yang tak kalah krusial. Beberapa pekan terakhir, perhatian publik tersita oleh serangkaian demonstrasi yang berpusat di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Senayan, Jakarta.
Aksi yang dikoordinasikan oleh berbagai aliansi mahasiswa ini didorong oleh beberapa isu utama, yang paling mendesak adalah rencana kenaikan tunjangan anggota DPR. Mahasiswa menilai, kenaikan ini sangat tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi rakyat yang sedang sulit. Dalam pernyataan persnya, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari salah satu universitas terkemuka menyatakan, “Di saat rakyat berjuang dengan harga bahan pokok yang terus naik, para wakil rakyat justru sibuk memperkaya diri. Ini adalah pengkhianatan terhadap amanat rakyat.”
Selain isu tunjangan, mahasiswa juga konsisten menyuarakan tuntutan terkait perbaikan sistem demokrasi dan pemberantasan korupsi. Mereka mendesak pemerintah untuk mempercepat pembahasan RUU Perampasan Aset dan menolak segala bentuk pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seruan agar negara tidak lagi dikuasai oleh politik dinasti juga menjadi salah satu poin penting dalam orasi yang mereka sampaikan.
Aksi demonstrasi yang biasanya dimulai sejak siang hari ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Petugas terlihat berjaga di berbagai sudut jalan dan melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan. Meskipun demikian, aksi berjalan tertib dan damai.
erakan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tetap menjadi kekuatan penting dalam mengawal kebijakan pemerintah dan menyuarakan aspirasi masyarakat. Aksi-aksi ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para wakil rakyat untuk lebih mendengarkan suara rakyat dan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan.(***)









