Home / Uncategorized

Jumat, 10 Oktober 2025 - 11:31 WIB

Luwu Siap Punya Sentra Penggilingan Padi Modern Terbesar di Luar Jawa

BELOPA, Pamornews  – Sektor pertanian Kabupaten Luwu akan segera memasuki babak baru.

Perum Bulog mengumumkan komitmen investasi lebih dari Rp120 Miliar untuk membangun Sentra Penggilingan Padi (SPP) Modern di wilayah tersebut. Proyek strategis ini dipastikan bergulir cepat pasca disetujuinya hibah lahan seluas 5 hektar di Desa Karetan, Walenrang, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu.

​Keputusan ini tidak hanya menempatkan Luwu sebagai pusat pengolahan padi regional, tetapi juga mengukuhkan pentingnya peran daerah ini dalam ketahanan pangan nasional.

​SPP Modern ke-11 dan Pertama di Sulawesi
​SPP Modern yang akan berdiri di Walenrang ini memiliki nilai sejarah dan strategis yang tinggi. Menurut Bulog, fasilitas ini akan menjadi SPP Modern ke-11 se-Indonesia dan yang paling istimewa, menjadi SPP Modern pertama yang dibangun di luar Pulau Jawa.

​Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H., menyatakan bahwa investasi ini adalah wujud nyata dari strategi supply chain management Bulog.

​“Luwu adalah lumbung padi yang potensial di Sulawesi Selatan. Dengan adanya SPP Modern ini, kita bisa memotong rantai pasok yang panjang, memastikan kualitas gabah dari petani langsung diolah dengan teknologi terkini,” ujar Dr. Marga Taufiq saat diwawancarai wartawan.

​Tekad Bulog: Bangkit Lebih Cepat

​Dengan lahan seluas 5 hektar yang telah dihibahkan dan disetujui oleh DPRD Luwu, Bulog menyatakan kesiapan untuk bergerak cepat (Gerak Cepat). Fasilitas modern ini direncanakan mampu menyerap dan mengolah gabah dalam jumlah besar, meningkatkan efisiensi penggilingan, dan menghasilkan beras dengan kualitas premium yang terstandarisasi.

​Kehadiran SPP Modern ini diprediksi akan membawa dampak berganda (multiplier effect) bagi masyarakat Luwu.

​Stabilitas Harga: Petani Luwu akan memiliki kepastian pasar dengan harga beli gabah yang lebih stabil dan kompetitif dari Bulog.

​Peningkatan Kualitas: Teknologi modern akan meminimalisir loss (kerugian) pascapanen dan menghasilkan beras yang lebih baik, sehingga meningkatkan daya saing produk lokal.

​Lapangan Kerja: Pembukaan fasilitas besar ini akan menyerap tenaga kerja lokal dalam operasional harian.

“Kami ingin Luwu bukan hanya penghasil gabah, tetapi juga menjadi pemain utama dalam industri pengolahan beras. Ini adalah langkah maju kita bersama untuk mewujudkan kedaulatan pangan,” tegasnya.

​Pembangunan SPP Modern ini diharapkan menjadi trigger bagi investasi sektor pertanian lain, sekaligus penanda Luwu sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan di luar Jawa.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Membidik Ketaatan: Kenapa Usaha Biliar di Palopo Kini Jadi Sorotan Utama DPMPTSP

Uncategorized

Adik ‘Ring Satu’ Tim Pemenangan Naili-Ome Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSU dr Palammai Tandi Palopo

Uncategorized

Pangan Lokal Luwu Raya Jadi Contoh Nyata

Uncategorized

Muskab IV DWP Morowali : Ketua DWP Fawakihah Yusman Tegaskan Komitmen Dukung Transformasi Menuju Indonesia

Uncategorized

Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali Peringati Hari Kesehatan Nasional Ke-61 Tahun Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan

Uncategorized

Misteri di Jalan KH Razak: Siapa Pemilik Sejati Gedung STIKES KAMI Palopo?
Koperasi Merah Putih Palopo , Kuatkan Ekonomi Kelurahan Lewat Pelatihan Tiga Pilar

Uncategorized

Koperasi Merah Putih Palopo , Kuatkan Ekonomi Kelurahan Lewat Pelatihan Tiga Pilar

Uncategorized

Program Kesehatan PT Vale Raih Platinum Champion di BISRA 2025