Home / Uncategorized

Senin, 27 Oktober 2025 - 14:58 WIB

“Palopoku, Ayo Berbenah”: Ketika Kepedulian Warga Menjadi Mesin Perubahan Kota Jasa di Tana Luwu

PALOPO — Diapit oleh birunya Teluk Bone dan hijaunya pegunungan, Kota Palopo—bekas pusat kedatuan Luwu—selalu memancarkan pesona sejarah dan perdagangan. Namun, di tengah denyut modernitas, kota ini menghadapi tantangan klasik: infrastruktur yang menua dan tuntutan akan pelayanan publik yang lebih prima.

​Merespons kondisi ini, sebuah seruan kolektif “Palopoku, Ayo Berbenah” digaungkan, menandai titik balik penting: dari sekadar mengandalkan pemerintah, kini inisiatif perbaikan diambil alih bersama oleh warga kota.

​Jalan Rusak dan Drainase Jadi Sorotan Utama

​Seruan ini muncul bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan, isu mendesak di Palopo meliputi perbaikan jalan yang memerlukan perapian, sistem drainase yang harus segera dinormalisasi untuk mencegah banjir tahunan, sampah menggunung ,serta kebutuhan mendasar akan pelayanan publik yang lebih cepat dan transparan.

​Sejumlah upaya perbaikan infrastruktur memang telah gencar dilakukan pemerintah, terutama di bidang penanganan banjir dan perbaikan jembatan.

Misalnya, langkah cepat Pemerintah Kota Palopo dalam membatasi muatan kendaraan di Jembatan Ahmad Razak dan Jembatan Carede II sambil menunggu rekonstruksi permanen, menunjukkan keseriusan dalam menjaga aset vital.

Baca juga  Astamanga Azis Dipercaya Jadi Jubir FKJ

Selain itu, alokasi anggaran yang signifikan untuk pembangunan talud dan normalisasi sungai juga menjadi bukti respons pemerintah terhadap masalah lingkungan.

​Namun, semangat “Palopoku, Ayo Berbenah” menekankan bahwa perbaikan ini tak akan berhasil tanpa partisipasi aktif dari akar rumput.

​Gotong Royong Modern: Dari Selokan hingga Aspirasi

Inti dari gerakan ini adalah menggeser paradigma pembangunan dari yang bersifat top-down menjadi gerakan “gotong royong modern”.

​”Membangun kota bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh warga,” demikian Haidir Basir dalam seruannya di laman medsosnya.

Pesannya sederhana, tetapi mendalam: Setiap langkah kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon di lingkungan sekitar, hingga aktif menjaga kebersihan selokan, adalah kontribusi nyata bagi wajah kota.

Bahkan, menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun dan konstruktif dianggap sebagai bagian penting dari “berbenah.”

Baca juga  Pengusaha Beras Palopo Angkat Bicara: Harga Tertinggi di Sulsel Dipicu Stok Gabah dan Bukan Wewenang Pemkot

​Data dan laporan pemerintah menunjukkan adanya rencana jangka panjang (RPJPD) yang bertujuan menjadikan Palopo sebagai kota maju, inovatif, dan berkelanjutan. Berbagai program, mulai dari pembangunan jembatan penghubung hingga peninjauan pembangunan jembatan gantung untuk akses warga, sedang diakselerasi. Gerakan warga ini hadir sebagai mitra kritis dan pelengkap, memastikan setiap program pemerintah mendapat dukungan implementasi dan pengawasan langsung dari masyarakat.

​Menuju Palopo yang Lebih Hijau dan Berbudaya

​Tujuan akhir dari seruan ini adalah membentuk Palopo sebagai kota yang maju, hijau, dan berbudaya. Ini adalah refleksi dari harapan warga agar Palopo tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga mempertahankan keindahan alamnya serta nilai-nilai budaya Luwu yang kental.

​Di tengah kesibukan birokrasi dan hiruk pikuk politik, suara “Palopoku, Ayo Berbenah” menjadi pengingat yang kuat. Masa depan kota niaga ini, yang terletak di jantung Tana Luwu, sesungguhnya ditentukan oleh tingkat kepedulian yang diwujudkan setiap warga hari ini.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

ASN Pemkot Palopo Bisa Kerja dari Rumah Jelang Nyepi dan Usai Lebaran 2026, Ini Jadwalnya

Uncategorized

Ardiansyah: Jejak Pengabdian dari Palopo hingga Menjaga Keadilan di Kota Minyak

Uncategorized

Pasca-Kericuhan di IMIP Morowali, Polisi Dalami Laporan Penganiayaan oleh Oknum Sekuriti

Uncategorized

Pemkab Morowali Sambut HUT ke-26 dengan Zikir Akbar dan Tradisi Mesa’u Iniya

Uncategorized

Seruan Adat Pancai Perjuangkan Masyarakat & Adat Budaya Tana Luwu Menggema Sampai Senayan

Uncategorized

Daya Beli ASN Melemah, UMKM Lesu: Saat Kenaikan Gaji Tak Kunjung Datang

Uncategorized

Stunting Jadi Prioritas, Wabup Morowali Iriane Pimpin Koordinasi Strategis Bersama OPD dan Camat

Uncategorized

Implementasi KUHP Baru 2026: Ardiansyah Ingatkan Memori Kelam “Pasal Karet” dan Ancaman Demokrasi