Home / Uncategorized

Rabu, 29 Oktober 2025 - 14:11 WIB

Pangan Lokal Luwu Raya Jadi Contoh Nyata

PAMORNEWS, ​PALOPO – Melonjaknya harga beras dan kekhawatiran akan ketahanan pangan nasional kembali membuka mata publik terhadap potensi kekayaan bumi pertiwi. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, baru-baru ini mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat, khususnya di Indonesia Timur, untuk berani melepaskan diri dari dominasi nasi dan beralih mengonsumsi sumber karbohidrat lokal.
​Imbauan ini bukan sekadar solusi jangka pendek atas inflasi dan masalah distribusi beras yang sulit di wilayah timur, tetapi juga seruan untuk kembali ke kearifan lokal yang terbukti lebih sehat dan berkelanjutan.
Kapurung dan Dange: Jawaban dari Timur
​Daerah seperti Luwu Raya di Sulawesi Selatan, yang kaya akan warisan kuliner non-beras, menjadi representasi sempurna dari solusi yang ditawarkan Mendagri.
Jauh sebelum isu kenaikan harga beras mencuat, masyarakat Luwu Raya telah lama mengenal dan menjadikan sagu sebagai bahan pangan pokok, yang diolah menjadi makanan yang lezat dan bergizi.
​Contohnya adalah Kapurung, bola-bola sagu kenyal yang dinikmati bersama kuah ikan dan sayuran; Dange, penganan berbahan sagu dan kelapa parut yang dipanggang; atau Sinole, sagu kering yang disangrai dengan kelapa parut.
Kutipan Mendagri: “Di wilayah Indonesia Timur, pangan lokal itu melimpah. Ada keladi, ada sagu, ada talas, petatas. Itu lebih sehat daripada nasi putih. Nasi putih terlalu banyak gulanya,” ujar Mendagri dalam beberapa kesempatan, menekankan bahwa alternatif non-beras adalah pilihan yang unggul secara kesehatan karena memiliki kandungan gula yang lebih rendah.
Pangan Lokal: Melawan Stigma dan Merebut Panggung
​Kapurung, sagu, ubi, atau sukun memiliki keunggulan nutrisi yang signifikan—mereka adalah sumber serat tinggi dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, menjadikannya pilihan ideal untuk mencegah penyakit seperti diabetes.
Meskipun demikian, pangan lokal masih menghadapi tantangan stigma. Sebagian masyarakat masih menganggap konsumsi sagu atau umbi-umbian sebagai tanda “kelas bawah” atau kemunduran. Padahal, yang terjadi kini adalah sebaliknya.
​Imbauan ini merupakan momentum bagi pangan lokal untuk “naik kelas” dan diperkenalkan sebagai komoditas yang modern, sehat, dan strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Ketika pasokan beras terancam oleh El Nino dan jalur distribusi terhambat, ketersediaan pangan lokal yang melimpah menjadi penyelamat.
​Mendorong Hilirisasi dan Kampanye
​Untuk menjadikan imbauan ini efektif dan berkelanjutan, diperlukan upaya masif. Pemerintah daerah perlu mendukung pengolahan sagu, ubi, atau jagung menjadi produk yang lebih praktis, modern, dan bernilai jual tinggi. Selain itu, kampanye dan edukasi yang masif diperlukan untuk mengubah persepsi masyarakat agar menyadari bahwa mengonsumsi pangan lokal adalah pilihan yang modern dan menjaga warisan leluhur.
​Inisiatif Mendagri ini diharapkan menjadi momentum emas bagi daerah seperti Luwu Raya untuk tidak hanya melestarikan, tetapi juga memperkenalkan pangan khas mereka sebagai solusi nasional dalam menghadapi krisis pangan dan ancaman penyakit degeneratif.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Sidak OPD, Bupati Iksan Tegaskan Kinerja Tak Boleh Kendur Saat Ramadan
pic.detik.com

Uncategorized

Sekda Palopo Benarkan Tagihan Inkrah Lahan Terminal dan Pasar Sentral

Uncategorized

Direksi PERUMDA TM Palopo Ucapkan Selamat Merayakan Natal dan Tahun Baru 2026

Uncategorized

Rakor PKK–Wallacea Dorong Sinergi Program PATBM, VSLA, dan GALS di Luwu Utara

Uncategorized

Latih Muballigh(ah) Muda, Sekum BKPRMI Luwu Utara Tekankan Pentingnya Dakwah Melalui Tulisan

Uncategorized

Ajis Husba: Sosok Camat yang Mengukir Sejarah sebagai Kepala Bandara Masamba Pertama
Ketua DPRD Dampingi Pj Wali Kota Palopo Studi Tiru Pengelolaan Sampah di Banyumas

Uncategorized

Ketua DPRD Dampingi Pj Wali Kota Palopo Studi Tiru Pengelolaan Sampah di Banyumas

Uncategorized

Selamat & Sukses Atas Pelantikan Naili dan Akhmad Syarifuddin sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo