Home / Uncategorized

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 04:10 WIB

Perjuangan Sinyal Demi Nyawa di Tengah Ancaman Longsor

​JAKARTA – Bagi sebagian besar masyarakat perkotaan, hilangnya sinyal seluler mungkin hanya sebatas gangguan minor pada aktivitas digital.

Namun, di jalur Palopo-Toraja Utara (Torut), Sulawesi Selatan, “blank spot” adalah ancaman senyap yang dapat merenggut nyawa, terutama saat musim hujan tiba.

​Jalur penghubung yang berkelok tajam melintasi perbukitan ini adalah urat nadi ekonomi dan sosial, sekaligus menyimpan potensi bencana longsor yang tinggi.

Di tengah keindahan pegunungan yang membius, sinyal komunikasi kerap hilang total, menciptakan dinding isolasi digital yang mematikan.

​Keresahan ini direspons cepat oleh Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang (JFK). Dalam masa resesnya, JFK tidak hanya mendengar keluhan, tetapi langsung bergerak membawa masalah ini ke meja Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, di Jakarta.

Baca juga  Pemkab Morowali Gandeng OJK Sulteng Gelar Sosialisasi Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat

​“Bagi masyarakat di pegunungan, sinyal bukan soal gaya hidup digital, tapi alat penyelamat ketika bencana datang,” tegas Frederik, Jumat (17/10/2025).

Pernyataan ini merangkum esensi perjuangan ini: komunikasi adalah jalur evakuasi pertama saat bencana.

​Titik Bisu yang Mengancam

​Frederik memaparkan dua titik kritis yang menjadi sorotan utama:

​Battang Barat (KM 24 Palopo)

Berada di kawasan hutan pegunungan dengan tanjakan curam, titik ini disebut sebagai “titik paling sering kehilangan sinyal.

” Saat kendaraan menanjak, sinyal lenyap. Dalam kondisi longsor yang sering terjadi, ketidakmampuan warga untuk memohon bantuan cepat memperpanjang waktu evakuasi secara dramatis.

Baca juga  Polres Palopo Gelar Operasi Keselamatan Pallawa 2025, Ini Sasaran Utamanya

​Batusitanduk: Merupakan jalur alternatif menuju perbatasan Toraja. Di sini, sinyal sering drop di tikungan tajam dan lembah. Padahal, jalur ini vital bagi kendaraan logistik. Gangguan komunikasi di wilayah berisiko longsor ini berarti memperbesar risiko keselamatan para pengguna jalan dan memperlambat respons darurat.

​Inisiatif JFK ini bukan sekadar permintaan pembangunan menara baru. Ini adalah perjuangan untuk “keterbukaan sinyal,” memastikan bahwa teknologi hadir sebagai mitra, bukan penghalang, dalam upaya mitigasi bencana dan penyelamatan nyawa.

​Harapan kini tertumpu pada langkah konkret Telkomsel pasca-pertemuan ini. Di tengah keriuhan digital, warga di poros Palopo-Torut hanya mengharapkan satu hal: suara mereka—dan suara panggilan darurat—tidak lagi terperangkap dalam keheningan yang mengancam.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Bupati Morowali Iksan Tinjau Titik Nol Pembangunan TMMD ke-129 di Desa Polewali

Uncategorized

​Eksodus Strategi Luwu Raya: Menanggalkan Jubah “Ketertinggalan”, Menuju Diplomasi “Pusaran”

Uncategorized

Selamat Hari Guru Nasional

Uncategorized

Akselerasi PAD, Pemkot Palopo Luncurkan Pembayaran Retribusi Digital via QRIS

Uncategorized

Kebakaran Hebat Melanda Kawasan Pasar Andi Tadda Palopo Dini Hari Tadi

Uncategorized

Bupati Luwu Timur Kunjungi Petani Rumput Laut Burau, Tegaskan Komitmen Dukungan Penuh Sektor Perikanan
DPRD Palopo Bersama Pemkot Palopo Sepakati RAPBD 2025

Uncategorized

DPRD Palopo Bersama Pemkot Palopo Sepakati RAPBD 2025

Uncategorized

Selamat Memperingati Hari Kesaktian Pancasila