MOROWALI – Proses pengadaan barang dan jasa pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Morowali kembali mendapat sorotan tajam dari kalangan mahasiswa.

Kali ini, Ikatan Mahasiswa Angkatan (IMA) Sulteng-Makassar secara terbuka mempertanyakan transparansi pelaksanaan tender proyek pembangunan pemecah ombak (breakwater) penahan abrasi pantai yang dinilai janggal.
Kejanggalan tersebut mencuat setelah mencuatnya informasi bahwa tender proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Morowali tersebut diduga “nyasar” ke wilayah Luwu Utara.
Spekulasi ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat, apakah hal tersebut murni karena kelalaian teknis atau ada indikasi “permainan” di balik meja tender.
Dugaan adanya kejanggalan dalam tata kelola anggaran ini memicu reaksi keras dari elemen mahasiswa yang bergerak mengawal transparansi keuangan daerah di Indonesia Timur.
”Kini publik menunggu: murni kelalaian atau ada permainan di balik tender ini? Jangan main-main dengan uang rakyat!” tegas perwakilan mahasiswa dalam pernyataan sikapnya yang viral di media sosial, Sabtu (23/5/2026).
Isu yang awalnya diangkat oleh media bedahnusantaraindonesia.id ini langsung memantik diskusi hangat di ruang publik. Gerakan mahasiswa mendesak pihak panitia lelang (UKPBJ) serta Dinas PUPR Morowali untuk segera memberikan klarifikasi secara gamblang agar tidak menimbulkan polemik yang berlarut-larut. Transparansi anggaran dinilai mutlak dilakukan demi menjaga akuntabilitas publik.
Hingga saat ini upaya konfirmasi (check and re-check) masih terus dilakukan kepada pihak-pihak terkait, termasuk Kepala Dinas PUPR Kabupaten Morowali serta panitia tender, guna mendapatkan klarifikasi resmi secara utuh dari kedua belah pihak (cover both sides). (Red)











