Home / Luwu Utara

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:54 WIB

Ricuh RDP DPRD Luwu Utara: Reski Halim Ungkap Motif Penganiayaan Terkait Mafia Solar

Ricuh RDP DPRD Luwu Utara: Reski Halim Ungkap Motif Penganiayaan Terkait Mafia Solar

Ricuh RDP DPRD Luwu Utara: Reski Halim Ungkap Motif Penganiayaan Terkait Mafia Solar

​MASAMBA – Insiden penganiayaan yang menimpa Reski Halim di Gedung DPRD Luwu Utara saat berlangsungnya Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin sore (11/5) membuka tabir gelap di balik distribusi BBM subsidi. Reski menegaskan bahwa kehadirannya di RDP tersebut justru untuk membongkar skandal besar yang melibatkan oknum birokrasi dan perangkat desa.

Bongkar Mafia BBM Subsidi
​Dalam kesaksiannya, Reski Halim membeberkan adanya praktik terstruktur dalam penyalahgunaan rekomendasi pembelian solar subsidi. Ia menuding adanya keterlibatan oknum aparat Pemerintah Daerah dan perangkat desa yang memanfaatkan data nelayan untuk kepentingan mafia.

​”Yang ingin kami bongkar adalah skandal mafia oknum aparat Pemerintah Daerah yang keluarkan rekomendasi dan perangkat desa yang menggunakan data nelayan untuk memperjualbelikan rekomendasi pemerintah,” tegas Reski.

Baca juga  Apel Pagi Perdana Pascalibur Lebaran, Sekda Luwu Utara Apresiasi Tingginya Kehadiran ASN

Modus ini diduga berlanjut pada penimbunan solar subsidi yang kemudian dijual kembali dengan harga industri. Bahkan, Reski menyebut adanya pungutan liar di SPBU sebesar Rp20.000 per jeriken sebagai “uang harian dan keamanan” dari para pelangsir.

​Rakyat Kecil Diadu Domba
​Reski menyayangkan aksi kekerasan yang terjadi di dalam gedung rakyat tersebut. Ia merasa para pelaku kekerasan (pelangsir) hanyalah alat yang diprovokasi oleh pihak tertentu untuk membungkam suaranya.

​”Kita orang kecil jadi korban adu domba. Saya korban kekerasan, pelangsir pelaku kekerasan juga jadi korban karena sudah dipenjara. Padahal kita ini sama-sama miskin, musuh kita itu sebenarnya sama. Para mafia ini ada di atas,” ungkapnya.

Baca juga  Buka Puasa Bersama 361 PPPK, Wabup Lutra: Harus Jadi Teladan yang Baik!

​Kritik Terhadap Cara Premanisme
​Menanggapi tindakan kekerasan fisik yang dialaminya, Reski memberikan pesan keras kepada pihak-pihak yang masih mengandalkan otot di era modern. Ia menekankan bahwa tindakan premanisme tidak akan menyelesaikan masalah di tengah persaingan kuasa dan kecerdikan saat ini.

​”Bukan lagi eranya premanisme. Bukan siapa yang kuat baku tinju dan menikam. Sekarang siapa yang punya kuasa, modal, cerdik, dan lihai, dialah pemenangnya,” tuturnya.(***)
Editor : aBa
Sumber : testimoni Reski

Share :

Baca Juga

Luwu Utara

Peringati Hari Kartini, Pemda Luwu Utara Imbau Seluruh ASN Perempuan Gunakan Kebaya

Luwu Utara

Lestarikan Warisan Leluhur, Workshop dan Pertunjukan Tari Pajjaga Lili Rongkong Resmi Dihelat

Luwu Utara

Bupati Optimistis Atlet Luwu Utara Bisa Meraih Gelar Juara di Turnamen Taekwondo RMMA III

Luwu Utara

Tampil Perdana, Aulia Nurul Qalbi Wakili Luwu Utara di Cabang Tilawah Anak-anak Putri MTO XXXIV Sulsel

Luwu Utara

Semangat Kartini di Dinas Kesehatan Luwu Utara: Sinergi Keanggunan dan Ketangguhan

Luwu Utara

Telusuri Jejak Sejarah Islam Tana Luwu, 78 Mahasiswa UNM Sambangi Makam Datuk Pattimang

Luwu Utara

LSM PeMALU Desak DPRD Luwu Utara Gelar Hearing Terkait Status Izin PT Kalla Arebamma

Luwu Utara

Terobosan Disdukcapil Luwu Utara: Bayi Baru Lahir Langsung Bawa Pulang Dokumen Kependudukan Lengkap