MASAMBA – Insiden penganiayaan yang menimpa Reski Halim di Gedung DPRD Luwu Utara saat berlangsungnya Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin sore (11/5) membuka tabir gelap di balik distribusi BBM subsidi. Reski menegaskan bahwa kehadirannya di RDP tersebut justru untuk membongkar skandal besar yang melibatkan oknum birokrasi dan perangkat desa.
Bongkar Mafia BBM Subsidi
Dalam kesaksiannya, Reski Halim membeberkan adanya praktik terstruktur dalam penyalahgunaan rekomendasi pembelian solar subsidi. Ia menuding adanya keterlibatan oknum aparat Pemerintah Daerah dan perangkat desa yang memanfaatkan data nelayan untuk kepentingan mafia.
”Yang ingin kami bongkar adalah skandal mafia oknum aparat Pemerintah Daerah yang keluarkan rekomendasi dan perangkat desa yang menggunakan data nelayan untuk memperjualbelikan rekomendasi pemerintah,” tegas Reski.
Modus ini diduga berlanjut pada penimbunan solar subsidi yang kemudian dijual kembali dengan harga industri. Bahkan, Reski menyebut adanya pungutan liar di SPBU sebesar Rp20.000 per jeriken sebagai “uang harian dan keamanan” dari para pelangsir.
Rakyat Kecil Diadu Domba
Reski menyayangkan aksi kekerasan yang terjadi di dalam gedung rakyat tersebut. Ia merasa para pelaku kekerasan (pelangsir) hanyalah alat yang diprovokasi oleh pihak tertentu untuk membungkam suaranya.
”Kita orang kecil jadi korban adu domba. Saya korban kekerasan, pelangsir pelaku kekerasan juga jadi korban karena sudah dipenjara. Padahal kita ini sama-sama miskin, musuh kita itu sebenarnya sama. Para mafia ini ada di atas,” ungkapnya.
Kritik Terhadap Cara Premanisme
Menanggapi tindakan kekerasan fisik yang dialaminya, Reski memberikan pesan keras kepada pihak-pihak yang masih mengandalkan otot di era modern. Ia menekankan bahwa tindakan premanisme tidak akan menyelesaikan masalah di tengah persaingan kuasa dan kecerdikan saat ini.
”Bukan lagi eranya premanisme. Bukan siapa yang kuat baku tinju dan menikam. Sekarang siapa yang punya kuasa, modal, cerdik, dan lihai, dialah pemenangnya,” tuturnya.(***)
Editor : aBa
Sumber : testimoni Reski











