Home / Luwu Utara

Rabu, 29 April 2026 - 07:16 WIB

Soroti Investasi Rp1,5 Triliun di Rongkong, Warga Luwu Utara Tolak Perusahaan Afiliasi Israel

​LUWU UTARA – Rencana investasi besar di sektor energi terbarukan yang menyasar wilayah pegunungan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, kini tengah menuai gelombang penolakan keras dari masyarakat setempat. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal) senilai Rp1,5 Triliun tersebut diketahui dikerjakan oleh PT Ormat Geothermal Indonesia.

​Penolakan warga bukan tanpa alasan. Selain kekhawatiran akan dampak ekologi di wilayah hulu dan ancaman terhadap lahan adat, rekam jejak dan asal-usul perusahaan menjadi pemicu utama kegelisahan publik.

Perusahaan Berbasis Amerika, Berakar di Israel
​Penelusuran tim redaksi mengungkapkan bahwa PT Ormat Geothermal Indonesia merupakan perpanjangan tangan dari Ormat Technologies Inc. Meskipun saat ini berkantor pusat di Nevada,

Amerika Serikat, dan sahamnya dimiliki secara kolektif oleh perusahaan global seperti ORIX (Jepang) dan BlackRock (AS), Ormat memiliki akar sejarah dan operasional yang sangat kuat di Israel.

Baca juga  Sikapi Cuaca Ekstrem, UPT Pengelolaan Objek Wisata Imbau Petugas Pantau Info BMKG Secara Berkala

​Perusahaan ini didirikan di Yavne, Israel, oleh pasangan Lucien dan Dita Bronicki. Hingga saat ini, pusat manufaktur dan riset teknologi utama yang digunakan untuk mengeksplorasi bumi Luwu Utara tersebut masih berbasis di negara tersebut.

​Isu Sensitif dan Kedaulatan Lahan Adat
​Isu afiliasi internasional ini menjadi pemantik sentimen negatif di tengah masyarakat Luwu Utara yang sangat menjaga nilai-nilai religius dan kearifan lokal. Warga merasa tidak nyaman jika kekayaan alam pegunungan Rongkong dikelola oleh korporasi yang memiliki keterikatan sejarah dengan negara yang tengah menjadi sorotan dunia tersebut.

​”Kami tidak hanya bicara soal uang triliunan, tapi soal kedaulatan tanah leluhur kami. Masyarakat harus tahu siapa di balik perusahaan ini sebenarnya,” ujar salah satu tokoh pemuda setempat dalam aksi protesnya baru-baru ini.

Baca juga  Gemulai Penuh Makna! Siswa Akhir MA DDI Masamba Tampilkan Tari Tradisional dalam Ujian Praktik Seni Budaya

Eksplorasi di Wilayah Keramat Kanandede
​Proyek ini rencananya akan melakukan eksplorasi di wilayah Kanandede, Kecamatan Rongkong. Lokasi ini dikenal sebagai wilayah resapan air utama yang mengairi ribuan hektare sawah di dataran rendah Luwu Utara.

​Warga khawatir, teknologi pengeboran yang dibawa oleh perusahaan multinasional ini akan merusak struktur bawah tanah dan mencemari sumber mata air yang menjadi nadi kehidupan masyarakat adat Rongkong selama berabad-abad.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dan Kementerian ESDM untuk meninjau ulang izin Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) yang telah diberikan kepada pihak Ormat, demi menjaga kondusivitas dan keselamatan lingkungan di Bumi Tana Luwu.(***)
editor : aBa
Sumber : tribunNews

Share :

Baca Juga

Luwu Utara

Antisipasi Kelangkaan, DP2KUKM Lutra Gandeng Pertamina dan Agen Gencar Salurkan LPG 3 Kg

Luwu Utara

Resmi Ditutup, Kepala MTs DDI Masamba Ajak Siswa Baru Jadikan Madrasah Tempat Ukir Prestasi dan Akhlakul Karimah

Luwu Utara

Perkuat Sinergi Pembangunan, Pemda Luwu Utara Usulkan 15 Paket Kegiatan Strategis di Musrenbang Provinsi*

Luwu Utara

Andika Kangen Band Pernah Jadi “”Penyanyi Elekton” di Salulemo

Luwu Utara

Turunkan Tim, UPT Pariwisata Perketat Pengawasan Objek Wisata Selama Libur Lebaran 2026

Luwu Utara

Lagi, Siswa MAN Luwu Utara Asfar Raih Juara Satu O2SN Tingkat Kabupaten

Luwu Utara

Bupati Luwu Utara Tinjau Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit di Mappedeceng: Progres Capai 30%

Luwu Utara

BLUD UPTD Puskesmas Cendana Putih Resmi Launching Inovasi “Tallo TBC Jumat Berkah