Home / Uncategorized

Minggu, 26 Oktober 2025 - 16:25 WIB

TERKEPUNG DI PARLEMEN: Manuver Balik Badan Walikota Naili Trisal “Lirik” Golkar Demi Kuasai Palopo

PALOPO – Posisi politik Walikota Palopo, Hj. Naili Trisal, kini menjadi sorotan utama. Walikota perempuan pertama di kota ini, bersama pasangannya Akhmad Syarifuddin Daud (Naili-Ome), dihadapkan pada kenyataan pahit di Gedung DPRD Palopo: mereka benar-benar terkepung.

Stabilitas pemerintahan lima tahun ke depan kini tergantung pada satu manuver politik yang berani dan penuh risiko.

​Ganjalan 17 Kursi Oposisi

​Koalisi pengusung Walikota Naili, yang terdiri dari Gerindra dan Demokrat, hanya berhasil mengamankan delapan kursi di DPRD Palopo. Angka ini jauh dari kata aman.

​Total 25 kursi di parlemen dikuasai secara telak oleh kekuatan oposisi yang mencapai 17 kursi.

Kekuatan oposisi ini dibentuk oleh gabungan fraksi-fraksi besar seperti Nasdem, Golkar, PDIP, PKS, dan Hanura.

Dengan kekuatan sebesar ini, yang jauh melampaui batas minimum mayoritas (13 kursi), Walikota Naili praktis berada di posisi minoritas yang sangat rentan.

Baca juga  Warga Palopo Tolak THM Labombo, Dorong Keamanan dan Ketertiban

​Kondisi ini menciptakan gonjang-ganjing politik yang tak terhindarkan. Setiap kebijakan eksekutif, mulai dari pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga mutasi pejabat strategis, berpotensi besar untuk diganjal atau dijadikan alat tawar politik oleh Fraksi Mayoritas.

Inilah yang membuat isu pergerakan politik Walikota kini menjadi konsumsi utama di setiap warung kopi dan menjadi fokus utama pemerintahan baru ini.

​Manuver Penyelamatan: Melirik Gerbong Beringin

​Di tengah himpitan politik tersebut, isu paling santer yang berembus adalah rencana Walikota Naili untuk merapat dan berlabuh di Partai Golkar.

Manuver ini adalah satu-satunya jalan keluar logis dari jurang minoritas.

​Perhitungan politiknya sederhana namun dramatis. Jika Walikota Naili berhasil membawa delapan kursi pendukungnya (Gerindra dan Demokrat) bergabung atau berkoalisi dengan enam kursi milik Partai Golkar, maka kekuatan politiknya akan melompat tajam.

Baca juga  DPRD Lutra Lirik Sagu Sebagai Kunci Konservasi Sungai dan Peningkatan Ekonomi

​Membalikkan Peta Kekuatan Parlemen

​Skenario penyatuan kubu Walikota dengan Golkar akan secara total membalikkan peta kekuatan di DPRD Palopo. Koalisi Walikota akan berubah menjadi kekuatan mayoritas dengan total 14 kursi (8 kursi pendukung Walikota + 6 kursi Golkar).

​Kekuatan ini sudah lebih dari cukup untuk menguasai parlemen dan memastikan program-program eksekutif berjalan tanpa hambatan berarti.

Sebaliknya, blok oposisi yang tersisa (termasuk Nasdem, PDIP, PKS, dan Hanura) otomatis akan terlempar ke posisi oposisi minoritas dengan hanya 11 kursi.

​Langkah strategis merangkul Golkar ini bukan sekadar upaya penyelamatan posisi Walikota Naili dari ancaman politik, tetapi juga tentang menciptakan stabilitas pemerintahan yang kuat dan efektif selama lima tahun ke depan.

Di Palopo, stabilitas kekuasaan harus diraih melalui strategi politik yang berani, bahkan jika harus merangkul lawan yang sebelumnya menjadi sumber ancaman utama.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Ancaman Senyap di Balik Hujan: Waspada DBD dan Diare Menghantui Palopo di Musim Pancaroba

Uncategorized

Gembleng 53 Santri di “Kawah Candradimuka”, IPM Tolada Bidik Generasi Interaktif dan Berkemajuan

Uncategorized

Pasca Pelantikan Pj Sekda, Wali Kota Palopo Persiapkan Mutasi Akbar ‘Kabinet Palopo Baru’

Uncategorized

Cooling System Pilkada Serentak, Tekankan Pentingnya Sinergitas Tiga Pilar

Uncategorized

Malangke Juara Umum MTQ XIV Luwu Utara, Unggul Tipis dari Baebunta

Uncategorized

Melawan Krisis Air Palopo: Upaya Keras PAM Tirta Mangkaluku dengan 5 Truk Tangki untuk Distribusi Rutin

Uncategorized

Mahkamah Partai NasDem Pulihkan Hak Abdul Salam sebagai Anggota DPRD Palopo

Uncategorized

Safari Ramadhan Ke-II: Wali Kota Palopo Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan dan Manfaatkan Layanan “OK Sappo”