PALOPO – Keresahan mendalam menyelimuti tenaga kesehatan dan ASN di lingkungan dua rumah sakit milik Pemerintah Kota Palopo. Pasalnya, hak mereka berupa Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) dikabarkan belum dibayarkan selama enam bulan terakhir.
Salah seorang dokter di Palopo, dr. Andi Fadly, secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terhadap kebijakan Pemerintah Kota Palopo. Ia menyoroti adanya ketimpangan yang dirasakan oleh ASN di sektor kesehatan dibandingkan dengan instansi lain yang justru menikmati peningkatan TPP
“Ada apa dengan Pemkot Palopo yang sampai hari ini belum membayarkan TPP ASN di dua rumah sakit milik Pemkot selama enam bulan? Di saat ASN di instansi lain menikmati peningkatan TPP, mereka justru merasa terzalimi,” ujar dr. Andi Fadly dalam pernyataannya
Lebih lanjut, dr. Andi menegaskan bahwa TPP bukanlah sekadar tambahan pendapatan biasa, melainkan hak wajib yang telah diatur oleh regulasi. Keterlambatan yang mencapai setengah tahun ini dinilai menciderai komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan pegawainya, terutama mereka yang berada di garda terdepan pelayanan masyarakat
“TPP adalah hal yang wajib dibayarkan karena merupakan hak mereka dan sudah diatur oleh regulasi. Jangan abaikan hak-hak tenaga kesehatan,” tegasnya.
Aksi protes ini kini menggema di media sosial dengan tagar:
Aksi protes ini kini menggema di media sosial dengan tagar:
#SaveTenagaKesehatanDanParamedis dan #MerekaBukanBudak
Upaya konfirmasi ke pihak BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kota Palopo telah diupayakan, namun Abd Waris selaku kepala badan belum memberikan tanggapan. (***)
Upaya konfirmasi ke pihak BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kota Palopo telah diupayakan, namun Abd Waris selaku kepala badan belum memberikan tanggapan. (***)









