Home / Uncategorized

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:43 WIB

Tragedi Sepertiga Malam di Songka: Nyawa yang Tak Sempat Terselamatkan

​PALOPO – Minggu dini hari, 25 Januari 2026, seharusnya menjadi waktu bagi warga Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Songka, untuk beristirahat dalam lelap.

Namun, ketenangan di Kecamatan Wara Selatan itu pecah berkeping-keping saat jarum jam menunjukkan pukul 04.10 WITA. Cahaya merah menyala dari sebuah toko meubel, menandai dimulainya sebuah malam yang tak terlupakan bagi keluarga Masdiana.
​Kepungan Busa dan Api

Di dalam bangunan yang sehari-harinya riuh dengan suara gergaji dan tumpukan kayu itu, api muncul secara tiba-tiba dari ruang tengah.
Masdiana (55), sang pemilik rumah, hanya bisa tertegun saat melihat si jago merah sudah menguasai area tersebut.
​Bukan kayu yang menjadi pemicu utama, melainkan tumpukan busa—bahan empuk yang seharusnya menjadi sandaran nyaman kursi-kursi buatan mereka.

Baca juga  Malangke Juara Umum MTQ XIV Luwu Utara, Unggul Tipis dari Baebunta

Sifat busa yang sangat mudah terbakar membuat api memiliki “sayap” untuk merayap ke seluruh penjuru rumah dengan sangat cepat.
​Perjuangan yang Terhenti

Di balik kepulan asap tebal, ada perjuangan yang menyayat hati.
Bama Bambang (65), suami Masdiana, berada di ruangan yang sama saat api mulai beringas. Namun, takdir berkata lain. Bama yang sedang dalam kondisi sakit lumpuh hanya bisa pasrah dalam ketidakberdayaannya.

Masdiana bukannya tidak mencoba. Di tengah suhu yang memanas dan pandangan yang tertutup asap, ia sempat berusaha menolong belahan jiwanya itu. Namun, api yang membesar seperti tembok raksasa menghalangi langkahnya. Demi keselamatan dua buah hatinya, Masdiana akhirnya dipaksa keadaan untuk keluar rumah dengan duka yang sudah mulai membayang.

​”Suami Masdiana masih berada di ruangan tengah dalam keadaan sakit lumpuh. Dia sempat berusaha untuk menolong, tapi karena api semakin cepat membesar sehingga pemilik rumah langsung keluar bersama dua orang anaknya,” ujar Kapolsek Wara Selatan, IPTU Yusran Sa’buran, menjelaskan kronologi pilu tersebut.

Baca juga  Kampanye di Lebang, FKJNUR Didukung Warga

Sisa Abu di Fajar Menyingsing
​Saat matahari mulai terbit di ufuk timur Kota Palopo, yang tersisa hanyalah puing-puing hitam dan garis polisi yang melingkar. Bama Bambang ditemukan telah tiada, menjadi korban tunggal dalam peristiwa mencekam tersebut.

​Toko meubel yang selama ini menjadi sumber kehidupan keluarga kini tinggal arang. Namun bagi Masdiana, hilangnya harta benda mungkin tak sebanding dengan rasa sesak karena harus kehilangan sosok suami dalam peristiwa yang hanya sekejap itu. (***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Zhenshi Rampungkan Landasan Pacu Bandara Maleo dan Perbaiki Jalan Trans Provinsi
Pemkot Palopo Luncurkan Pedoman Strategi KPP Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting

Uncategorized

Peringati HANI 2025, Pj Wali Kota Palopo : Narkoba Musuh Kita Semua, Mari Kita Berantas

Uncategorized

Menelusuri Jejak ‘Bintang Terang’ di Jalur Gelap Solar Subsidi Luwu Raya

Uncategorized

Karya Bakti Pembersihan Pasar Sentral Bungku, Wabup Iriane Iliyas Dorong Gerakan Jumat Bersih Rutin

Uncategorized

DPD RI Minta Perusahaan Tambang di Sulsel Perhatikan Adat Budaya dan Kesejahteraan Masyarakat

Uncategorized

Pelatihan Menjahit 2025 Digelar, Wabup Morowali Iriane Motivasi Peserta Manfaatkan Fasilitas dan Mesin Modern

Uncategorized

Jelang Ramadan, DPPKUKM Kaltim Temukan Produk Tak Layak Konsumsi di Balikpapan

Uncategorized

Kapolres Morowali Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Lalulintas Tahun 2024