LUWU UTARA – Di balik padatnya jadwal pemerintahan dan tumpukan berkas kebijakan, ada momen-momen sederhana yang mengingatkan kita bahwa seorang pemimpin pun butuh jeda. Pemandangan itulah yang tertangkap di Lapangan Taman Siswa pada Kamis (14/5/2026) sore.
Di bawah naungan pohon-pohon rindang dan udara Luwu Utara yang mulai mendingin, Bupati Luwu Utara tampak melepas atribut formalnya. Mengenakan kaos hitam santai dan topi olahraga, ia tak sendirian. Di sampingnya, sang istri menemani dengan setelan olahraga berwarna biru muda yang senada dengan tenangnya suasana sore itu.
Bukan Sekadar Jalan Kaki
Bagi banyak warga yang sedang beraktivitas di lokasi yang sama, kehadiran orang nomor satu di Luwu Utara ini menjadi pemandangan yang menyegarkan. Tanpa pengawalan yang kaku, keduanya berjalan kaki menyusuri lintasan, sesekali melempar senyum dan menyapa warga yang melintas.
Berjalan kaki mungkin terlihat seperti aktivitas fisik biasa, namun bagi pasangan ini, nampaknya ini adalah cara untuk:
Menjaga Kebugaran: Di tengah tuntutan kerja yang tinggi, stamina adalah modal utama.
Quality Time: Menikmati waktu berdua di ruang publik sebagai bentuk relaksasi dari rutinitas kantor.
Dekat dengan Rakyat: Berada di Lapangan Taman Siswa memungkinkan pemimpin untuk merasakan langsung denyut nadi aktivitas masyarakatnya secara informal.
Pesan Tersirat dalam Setiap Langkah
Kegiatan rutin seperti ini secara tidak langsung mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat.
Lapangan Taman Siswa pun seolah kembali ditegaskan fungsinya sebagai ruang terbuka hijau yang inklusif bagi siapa saja—mulai dari rakyat jelata hingga pejabat daerah.
”Kesehatan adalah investasi terbaik. Melihat pemimpin kita turun langsung berolahraga, rasanya seperti diajak untuk ikut hidup sehat juga,” ujar salah satu warga yang sore itu juga tengah jogging.
Saat matahari mulai condong ke ufuk barat, langkah kaki keduanya tetap stabil. Langkah-langkah kecil di lintasan aspal itu menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang baik dimulai dari diri yang sehat dan keluarga .
Lapangan Taman Siswa menjadi saksi bahwa kebahagiaan itu sederhana: cukup dengan berjalan kaki bersama orang terkasih.(***)
Editor : aBa











