Home / News

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:26 WIB

Sengketa Lahan Ruko Sawerigading: Jika Pemkot Tak Bayar Rp99 Miliar, Aset Bangunan Terancam Dilelang

PALOPO — Teka-teki penyelesaian sengketa lahan Ruko Sawerigading di Kompleks Terminal Dangerakko, Tompotikka, kini memasuki babak baru. Pengadilan Negeri (PN) Palopo telah meletakkan status Sita Jaminan (Conservatoir Beslag) di atas objek sengketa tersebut, yang memberikan kepastian hukum lebih kuat bagi pihak pemenang gugatan.

​Sebelumnya, dalam pertemuan mediasi eksekusi yang dipimpin oleh Ketua PN Palopo, I Komang Dediek Prayoga, S.H., M.Hum., pada Jumat (29/5/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo telah disodorkan dua opsi utama untuk menyelesaikan beban perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) ini.

Opsi tersebut adalah membayar ganti rugi senilai Rp99 miliar atau melakukan penghapusan aset dan membongkar sendiri bangunan untuk diserahkan kepada Allung Padang selaku pemohon eksekusi.

​Mekanisme Lelang via Sita Jaminan

​Adanya penetapan Sita Jaminan dari Pengadilan Negeri ini mempertegas konsekuensi hukum jika Pemkot Palopo tidak mampu memenuhi kewajiban finansialnya.

Baca juga  RPJMD Sulawesi Tengah 2025-2030 Resmi Disahkan, Kompas Pembangunan Kesejahteraan Rakyat

Apabila Pemkot Palopo menyatakan tidak sanggup membayar uang ganti rugi sebesar Rp99 miliar, maka bangunan Ruko Sawerigading yang berdiri di atas lahan milik Allung Padang tersebut—yang saat ini statusnya sudah disita jaminan—akan masuk ke tahap pelelangan umum.

​Hasil dari penjualan lelang bangunan ruko tersebut nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada Allung Padang selaku pemilik lahan yang sah, guna menutupi nilai ganti rugi yang dideledasikan oleh putusan pengadilan.

​Menanti Sikap Pemerintah Kota

​Perkara yang berakar dari era kepemimpinan Wali Kota HM Judas Amir ini mencakup area yang cukup luas di kawasan Terminal Palopo. Di atas lahan yang menjadi objek eksekusi tersebut, terdapat total 59 unit tempat usaha, yang terdiri dari 45 unit ruko dan 14 unit kios.

Baca juga  Kursi "Panas" Bernilai Rp3 Miliar: Mengintip Pundi-Pundi Rupiah di Balik Lowongnya Posisi RMS

​Dengan adanya status sita jaminan ini, ruang gerak Pemkot Palopo semakin terbatas karena secara hukum objek tersebut berada dalam pengawasan pengadilan demi menjamin hak pemenang sengketa.

​Perwakilan Pemkot Palopo melalui Kabag Hukum, Arsad Difinubun, S.H., sebelumnya menyatakan bahwa hasil mediasi ini akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Wali Kota Palopo untuk dirumuskan langkah taktisnya. Di sisi lain, Allung Padang menyatakan tetap membuka ruang komunikasi mengenai teknis eksekusi agar tidak terlalu menjepit kondisi fiskal atau keuangan daerah.

​Pertemuan lanjutan yang akan menentukan nasib 59 unit ruko dan kios di kawasan Terminal Dangerakko tersebut dijadwalkan kembali bergulir pada 19 Juni 2026 mendatang. (***)

 

 

Share :

Baca Juga

News

Sertifikasi Masjid, Langkah Penting Menuju Legalitas dan Perlindungan Rumah Ibadah
Pelantikan Lulusan SMK Pelayaran Samudera Nusantara Utama Palopo

News

Pelantikan Lulusan SMK Pelayaran Samudera Nusantara Utama Palopo

News

Sosialisasi Penyusunan PP dan Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Kota Palopo 2024

News

Dugaan “Penyelamatan Jabatan” Kadis Perikanan Luwu Mencuat, BKPSDM Tegaskan Seleksi Sesuai Regulasi

News

Pj Wali Kota & Kapolres Palopo Bersama Latihan Panahan Merah Putih

News

Haerul Baderu Gerakkan Konten Kreator Wija To Luwu: “Viralkan Suara Provinsi Luwu Raya!”
Purnawirawan Polri Cabang Palopo, Berkiprah Untuk Pemerintah dan Masyarakat

News

Purnawirawan Polri Cabang Palopo, Berkiprah Untuk Pemerintah dan Masyarakat

News

Jejak Cagub Sulteng 2024, Rusdy Mastura, Ahmad Ali, hingga Anwar Hafid: ‘Luar Biasa!’